Makassar Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Doa

Bambang W. · 6 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Makassar Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Doa

Gambar atau konten salah?

Makassar – Saat ini umat Islam berada di akhir tahun 1447 Hijriah. Setelah matahari terbenam di akhir bulan Dzulhijjah, kalender Hijriah akan memasuki 1 Muharram 1448 H, menandai dimulainya Tahun Baru Islam.

Perubahan tahun ini memberi kesempatan bagi umat untuk menilai diri dan meningkatkan ibadah. Di Islam, setiap muslim dianjurkan membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Doa akhir tahun dibaca sebagai permohonan ampun atas kesalahan yang telah dilakukan, sedangkan doa awal tahun dipanjatkan untuk memohon keberkahan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru.

Doa Akhir Tahun Hijriah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِوَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَاللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِّي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin: Bismillaahir rahmaanir rohiim, Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halumta 'alayya ba'da qudratika 'alaa 'uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati 'alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa adtani 'alaihits tsawaaba fa as'alukalloohumma yaa kariimu yaa dzal jalaali wal ikraam an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaa'ii minka yaa karim, wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan selama tahun ini berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala. Saya mohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad sekeluarga dan para sahabatnya.”

Doa Awal Tahun Hijriah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِوَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلُ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwalu, wa 'alaa fadhlikal `azhiimi wujuudikal mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilainaa, nas'alukal `ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal `auna 'alaa haadzihin nafsil ammaaroti bissuu'i wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam yaa arhamar raahimiin, wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta para keluarganya dan sahabatnya.”

Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, menunjukkan bahwa 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Namun, karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam atau saat memasuki waktu Maghrib, pergantian Tahun Baru Hijriah sebenarnya terjadi pada Senin, 15 Juni 2026.

Berikut waktu utama untuk membaca doa awal dan akhir tahun Hijriah:

  1. Doa Akhir Tahun: Dibaca antara waktu Asar sampai sebelum Maghrib pada Senin, 15 Juni 2026.
  2. Doa Awal Tahun: Dibaca setelah waktu Maghrib pada malam 1 Muharram, Senin, 15 Juni 2026.

Perlu dipahami bahwa konsep “hari baru” dalam Islam tidak dimulai pada tengah malam, melainkan pada saat matahari terbenam. Hal ini menjelaskan mengapa 1 Muharram 1448 H dianggap dimulai pada Senin, 15 Juni 2026, meskipun kalender Gregorian mencatatnya pada 16 Juni 2026. Konsep ini juga berlaku untuk setiap bulan dalam kalender Hijriah, yang bersifat lunar.

Penghujung tahun 1447 H menjadi momen refleksi. Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Makassar, biasanya memanfaatkan waktu ini untuk menilai amal perbuatan selama satu tahun. Refleksi ini tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga melibatkan komunitas, di mana kegiatan sosial dan keagamaan sering diadakan untuk memperkuat ikatan antarumat.

Doa akhir tahun, seperti yang tercantum di atas, berfokus pada permohonan ampunan. Kalimat “Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat” menegaskan kesadaran atas kesalahan. Sementara kalimat “Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu)” mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun. Bagian “mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu” menegaskan keinginan untuk memulai tahun baru dengan hati yang bersih.

Doa awal tahun, di sisi lain, memohon perlindungan dari setan dan kekuatan untuk mengatasi hawa nafsu. Kalimat “Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya” mencerminkan kesadaran akan tantangan spiritual yang akan dihadapi. Sementara “Kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan” menegaskan tekad untuk beramal baik.

Penggunaan bahasa Arab dalam doa menunjukkan kesinambungan tradisi Islam. Latin transliterasi memudahkan pembaca yang tidak terbiasa membaca huruf Arab, sementara terjemahan bahasa Inggris memberi pemahaman yang lebih luas. Meskipun terjemahan tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti pemahaman penuh, ia membantu umat yang lebih nyaman dengan bahasa Inggris untuk memahami makna doa.

Peran Kementerian Agama RI dalam menerbitkan kalender Hijriah tidak hanya bersifat administratif. Kalender tersebut menjadi acuan bagi umat dalam menentukan waktu ibadah, termasuk waktu shalat, puasa, dan doa. Dengan mengetahui kapan 1 Muharram 1448 H dimulai, umat dapat menyesuaikan jadwal ibadah dan kegiatan sosial.

Di Makassar, tradisi membaca doa akhir dan awal tahun sering disertai dengan kegiatan sosial seperti bakti sosial, pengajian, dan pertemuan komunitas. Kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan memfasilitasi pertukaran nilai-nilai keagamaan serta solidaritas antarwarga.

Perubahan tahun juga menjadi momentum bagi para pemimpin agama untuk mengingatkan umat tentang pentingnya menyesuaikan perilaku dengan ajaran Islam. Mereka sering menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial sebagai landasan kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, pergantian tahun 1448 H menegaskan kembali nilai-nilai spiritual yang menjadi inti ajaran Islam. Doa akhir tahun mengajak umat untuk menilai diri dan memohon ampunan, sementara doa awal tahun memohon perlindungan dan keberkahan. Waktu yang tepat untuk membaca doa ini, yakni antara Asar dan Maghrib serta setelah Maghrib pada malam 1 Muharram, memastikan bahwa doa tersebut disampaikan pada saat yang paling sesuai dengan prinsip-prinsip kalender Hijriah.

Dengan demikian, umat Islam di Makassar dan di seluruh Indonesia dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih, tekad yang kuat, dan harapan akan keberkahan serta perlindungan dari Allah.

Tahun Baru IslamKalender HijriahDoa Akhir TahunDoa Awal TahunMakassarKementerian Agama RIRefleksi Tahun

Komentar

Memuat komentar...