Boy Thohir Yakin IHSG Bangkit, Lihat Track Record Sejarah

Dewi M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Boy Thohir Yakin IHSG Bangkit, Lihat Track Record Sejarah

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada di level 5.918,47. Angka itu naik tipis 0,12% menjelang penutupan sesi pertama perdagangan pada Jumat, 10 Juli 2026. Tapi kalau dilihat sepanjang tahun ini, IHSG justru ambles hingga 31,54%.

Sebelumnya, pada pertengahan 2026, IHSG sempat menyentuh puncaknya di angka 9.174,47. Sekarang indeks sudah jauh dari level tersebut. Meski begitu, beberapa konglomerat percaya IHSG masih punya peluang untuk kembali ke sana.

Salah satunya Garibaldi Thohir, atau biasa disapa Boy Thohir. Ia optimistis indeks saham Garuda bisa bangkit lagi. Alasannya? Track record. Menurut dia, IHSG pernah mengalami kenaikan berkali-kali lipat di masa lalu.

"Saya rasa, saya sangat optimis, karena kalau kita lihat track record belakang, kan pernah tuh saham berapa, terus naik berapa kali lipat," kata Boy Thohir di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Boy menambahkan, fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia masih kuat. Pemerintah juga disebutnya sudah memberikan dukungan yang positif buat pasar modal nasional.

"Jadi, saya rasa nanti kita dengan pemerintah sama-sama lah. So far tentunya dukungan dari pemerintah juga sangat positif, cuma ya kalau bisa lebih, lebih bagus lagi," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Anindya Bakrie, juga yakin IHSG bisa balik ke level normal. Bahkan, ia percaya indeks saham bisa mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya bisa mengatakan begini, dalam jangka waktu tiga tahun, ini indeks bukan hanya kembali normal, akan lebih daripada sebelumnya," tegasnya.

Keyakinan Anindya didasari oleh fundamental makroekonomi Indonesia yang terus tumbuh. Inflasi Indonesia masih terkendali di kisaran 1% hingga 2%. Selain itu, lapangan kerja juga bertambah 800 ribu orang pada kuartal pertama 2026.

"Kami melihat di KADIN, bahwa banyak sekali berita-berita dan juga noise atau distorsi di lapangan, tapi faktanya kita lihat bahwa selama tujuh tahun terakhir, pertumbuhan Indonesia ini rata-rata 5%, inflasi kita juga ada di sekitar 1-2%," pungkasnya.

IHSG sempat berada di atas 9.000 pada pertengahan tahun, tapi kemudian jatuh lebih dari 30%. Para pengusaha besar melihat penurunan ini sebagai siklus biasa. Mereka mengandalkan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang stabil sebagai alasan untuk tetap optimis. Pertanyaan besarnya: apakah keyakinan itu cukup untuk mengembalikan kepercayaan investor?

IHSGoptimiskebangkitanfundamentalpemerintahmakroekonomiinvestor

Komentar

Memuat komentar...