Sidoarjo Gandeng Perusahaan Korsel Perkuat Keamanan Siber

Kartika D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Sidoarjo Gandeng Perusahaan Korsel Perkuat Keamanan Siber

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggandeng perusahaan asal Korea Selatan, LSWare Inc, untuk memperkuat keamanan siber. Langkah ini diambil demi melindungi sistem layanan digital pemerintah yang kian rentan terhadap serangan siber.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan antara Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dengan LSWare Inc. Nota tersebut ditandatangani di Korea Selatan pada tahun 2025. Fokus utama dari kerja sama ini adalah penguatan keamanan siber dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan pemerintah daerah.

Sebagai bagian dari implementasi, Pemkab Sidoarjo menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan langsung dari LSWare Inc di Korea Selatan. Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati, menekankan bahwa percepatan transformasi digital harus diimbangi dengan sistem keamanan siber yang kuat. Menurutnya, perlindungan data menjadi aspek krusial agar layanan publik berbasis digital tetap berjalan aman dan terpercaya.

"Keamanan siber menjadi elemen penting dalam menjaga kerahasiaan dan ketersediaan data pemerintah," ujar Fenny pada Jumat, 10 Juli 2026. Ia menilai penguatan keamanan siber diperlukan untuk mengantisipasi kebocoran data maupun gangguan terhadap layanan publik. Sebab, insiden keamanan digital dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

"Dengan penguatan kapasitas ini, tata kelola layanan digital di Sidoarjo diharapkan semakin responsif terhadap berbagai potensi risiko serangan siber," tambahnya.

Sementara itu, Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun, menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki pengalaman di bidang keamanan server, privileged access management, hingga solusi manajemen kerentanan. LSWare juga telah menjalin kemitraan dengan SUCOFINDO. "Kami telah memperoleh sertifikasi SecuMS dan Omniguard dari BSSN, dan kami terus menjalankan pedoman keamanan siber serta program kerja sama teknis," kata Kim.

Kim menjelaskan bahwa transformasi digital yang berlangsung cepat di sektor pemerintahan membuat layanan publik semakin bergantung pada sistem teknologi informasi. Di sisi lain, ancaman siber seperti ransomware, peretasan, dan kebocoran data juga terus meningkat. "Secara khusus, pemerintah daerah sering kali menghadapi keterbatasan dalam hal infrastruktur keamanan dan tenaga ahli, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap serangan siber," jelasnya.

Pihaknya berharap kerja sama ini menjadi awal kemitraan jangka panjang untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tangguh di Sidoarjo. "Kami berharap momen ini dapat menjadi awal dari kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi masyarakat Sidoarjo," pungkasnya.

Kerja sama ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah daerah: di satu sisi, mereka harus mempercepat digitalisasi layanan publik, namun di sisi lain, keterbatasan infrastruktur dan tenaga ahli membuat mereka lebih rentan terhadap serangan siber. Pelatihan langsung dari LSWare Inc di Korea Selatan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

keamanan siberSidoarjoLSWare Incpelatihanancaman sibertransformasi digitalperlindungan data

Komentar

Memuat komentar...