Matcha Lebih Baik dari Kopi: Manfaat Anti-Penuaan

Iwan D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Matcha Lebih Baik dari Kopi: Manfaat Anti-Penuaan

Gambar atau konten salah?

Setiap pagi, tubuh masih dalam proses pemulihan. Air putih menjadi langkah pertama untuk memulai metabolisme dan menjaga hidrasi. Namun, bagi yang ingin menambah nutrisi, minuman lain bisa menjadi pilihan. Tidak semua minuman pagi memiliki manfaat yang sama, terutama bila dipikirkan dari sisi umur panjang dan penuaan.

Misalnya kopi. Meski rasanya nikmat, kopi mengandung kafein yang dapat menimbulkan efek samping bila diminum di pagi hari. Sebagai alternatif, para ahli merekomendasikan matcha. Minuman ini dianggap paling cocok untuk mengatasi penuaan, terutama karena kandungan antioksidannya.

Berikut penjelasan lengkapnya, dilansir dari eatingwell.com (28 April 2023).

1. Antioksidan matcha mengurangi peradangan

Matcha mengandung antioksidan tinggi yang membantu menurunkan peradangan. Seperti teh hijau, matcha kaya akan epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Antioksidan ini terbukti mengurangi peradangan dan stres oksidatif pada tingkat seluler. Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami lebih banyak stress oksidatif yang dapat bekontribusi pada hal-hal, seperti penuaan sel dan penyakit kronis. Minum matcha secara teratur merupakan obat yang tepat untuk mendukung pertahanan tubuh terhadap proses ini.

Antioksidan dalam matcha menetralkan radikal bebas—zat yang diketahui merusak sel dan mempercepat penuaan. Selain EGCG, matcha juga mengandung rutin, quercetin, klorofil, dan karotenoid lainnya. Meskipun matcha dan teh hijau berasal dari daun Camelia sinensis, matcha lebih kuat karena merupakan bubuk seluruh daun, sedangkan teh hijau hanyalah ekstrak air. Ahli Seema Shah juga menyebut bahwa matcha lebih kaya polifenol, termasuk EGCG, dibandingkan teh hijau biasa.

2. Prebiotik mendukung kesehatan usus

Prebiotik dalam matcha melewati saluran pencernaan tanpa tercerna, lalu memberi makan mikroba probiotik di usus. Mereka menghasilkan butirat, zat anti-inflamasi yang menyehatkan penghalang usus dan mengatur fungsi kekebalan tubuh. Mikrobioma yang sehat memainkan peran kunci dalam pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan peradangan, ujar ahli Warner. Semua hal tersebut memengaruhi penuaan, dan prebiotik matcha membantu menjaga mikrobioma tetap seimbang.

3. L-Theanine dan kafein di matcha meningkatkan kesehatan otak

Matcha mengandung L-Theanine dan kafein. Kafein memberi energi, sementara L-Theanine menenangkan. L-theanine bekerja secara sinergis dengan kafein untuk meningkatkan ketenangan dan energi yang terfokus, tanpa perasaan gelisah, seperti efek dialami ketika seseorang minum kopi. L-theanine di dalam macha juga dapat mendukung kejernihan mental, fokus, dan fungsi kognitif secara keseluruhan seiring bertambahnya usia. Namun, kafein dalam matcha mungkin tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh semua orang. Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin ingin menghindari atau membatasi konsumsinya.

4. Cara lain menjaga kesehatan seiring bertambah usia

Matcha memang menawarkan manfaat anti-penuaan, namun konsumsi harus tetap moderat. Disarankan mengonsumsi matcha dalam jumlah moderat. Sebab, jika dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan kelebihan kafein yang justru berisiko bahaya. Selain minum matcha, ada beberapa langkah lain yang dapat dilakukan:

  • Prioritaskan protein nabati. Ahli Warner mengungkap jika protein sangat penting untuk membangun dan memelihara otot, sekaligus menjaga metabolisme, serta perbaikan jaringan. Protein nabati mengandung serat dan fitokimia yang mendukung kesehatan usus dan mengurangi peradangan.
  • Tetap aktif. Ahli Warner dan Andrews merekomendasikan seseorang untuk tetap beraktivitas, seperti berjalan kaki, menari, bersepeda, dan kegiatan lainnya secara konsisten.
  • Kelola stres. Stres bukan hanya beban mental dan emosional. Stres kronis berdampak negatif pada biokimia dan tingkat seluler seseorang yang terbukti dapat mempercepat penuaan. Oleh karena itu, ahli Shah merekomendasikan praktek pengurangan stress secara teratur, seperti meditasi hingga menulis jurnal.
  • Dapatkan tidur berkualitas. Kualitas tidur sama pentingnya dengan kuantitasnya. Ahli Warner merekomendasikan untuk menargetkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur, menjaga kamar tetap sejuk, serta bangun dalam rentang waktu yang konsisten.

Dengan menambahkan matcha ke dalam rutinitas pagi, sekaligus menerapkan pola hidup sehat, tubuh dapat lebih siap menghadapi proses penuaan. Meski matcha memiliki banyak manfaat, tetap penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan memperhatikan reaksi tubuh, terutama bagi yang sensitif terhadap kafein. Selain itu, pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, manajemen stres, dan tidur yang cukup menjadi fondasi utama untuk kesehatan jangka panjang.

MatchaAntioksidanPrebiotikL-TheanineKafeinPenuaanKesehatan Usus

Komentar

Memuat komentar...