MD5 Kalah: 60% Password Bocor Lebih Cepat di RTX 5090

Surya B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
MD5 Kalah: 60% Password Bocor Lebih Cepat di RTX 5090

Gambar atau konten salah?

Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber asal Rusia, pernah melakukan uji coba ketahanan kata sandi yang di­enkripsi menggunakan kartu grafis canggih. Sekarang, mereka memperbarui studinya dan menemukan bahwa situasinya semakin memburuk.

Di hari World Password Day 2026, Kaspersky mengingatkan publik bahwa algoritma hashing lama seperti MD5 merupakan salah satu pilihan terburuk untuk melindungi data. Dalam studi terbaru, analis di Moskow menguji 231 juta password unik yang bocor di dark web. Mereka memproses database tersebut dengan MD5, lalu mencoba membobolnya menggunakan satu unit kartu grafis GeForce RTX 5090.

Hasilnya menunjukkan rata‑rata password masih sangat lemah, sementara proses peretasan menjadi lebih mudah dan cepat berkat akselerasi perangkat keras yang semakin canggih.

Menurut data riset, 60 % dari seluruh kata sandi yang diuji berhasil dibobol dalam waktu kurang dari satu jam. Angka ini sedikit naik dibandingkan studi serupa pada tahun 2024, yang berada di angka 59 %. Lebih parah lagi, hampir separuh kata sandi (48 %) berhasil dijebol hanya dalam waktu kurang dari 60 detik.

Panjang kata sandi tetap menjadi faktor penting, namun pengguna sering membuat password yang sangat mudah ditebak, seperti “123456”. Bahkan password panjang yang dihasilkan oleh AI generatif dapat dibobol dengan relatif mudah jika peretas memahami pola algoritma.

Secara teori, algoritma hashing dirancang untuk mengubah teks menjadi nilai hash tetap. Namun, MD5 dirancang untuk komputasi sangat cepat. Kecepatan ini dimanfaatkan penjahat siber: mereka dapat melakukan metode brute‑force, menebak miliaran kombinasi password per detik hingga menemukan hash yang cocok. Algoritma ini masih berguna untuk memeriksa integritas file, tetapi sudah tidak layak untuk mengamankan password.

Solusi yang disarankan Kaspersky adalah segera “pensiun” penggunaan MD5 dan beralih ke fungsi hashing khusus yang lebih lambat, seperti bcrypt atau Argon2. Algoritma modern ini dirancang khusus untuk menahan serangan brute‑force dengan membuat setiap komputasi hash menjadi mahal secara sumber daya.

Bagi pengguna, selalu aktifkan autentikasi multi‑faktor (MFA/2FA) dan gunakan passkey bila memungkinkan. Pertahanan lapis kedua ini sangat krusial, karena di era sekarang kata sandi yang bocor tidak akan cukup bagi peretas untuk mengambil alih akun Anda, demikian dikutip TechSpot pada Senin, 11 Mei 2026.

Dengan kombinasi hashing yang kuat, MFA, dan passkey, pengguna dapat menurunkan risiko pencurian data. Namun, kesadaran akan pentingnya password yang kompleks dan perlindungan tambahan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan digital.

Kaspersky LabMD5bcryptArgon2passkeyMFAdark web

Komentar

Memuat komentar...