Mengenal Dua Tahap Wawancara Kerja: Tips dan Strategi

Arif S. · 3 min baca · 1 jam lalu · 17 dibaca
Bisik.id
Mengenal Dua Tahap Wawancara Kerja: Tips dan Strategi

Gambar atau konten salah?

Proses melamar kerja tidak sekadar menyiapkan resume, CV, dan cover letter. Setelah dokumen lengkap, pelamar harus melewati dua tahap wawancara: satu dengan HRD dan satu lagi dengan calon atasan. Setiap tahap memiliki tujuan berbeda, sehingga pemahaman tentang pertanyaan yang sering muncul dan cara menjawabnya sangat penting.

Interview HRD biasanya fokus pada kepribadian, motivasi, dan kecocokan budaya. HRD ingin memastikan bahwa pelamar tidak memiliki catatan merah atau red flag, serta memiliki soft skill yang mendukung lingkungan kerja. Pertanyaan yang diajukan biasanya bersifat umum, berkaitan dengan latar belakang pribadi, dan bagaimana pelamar memandang perusahaan.

Pelamar diharapkan bersikap jujur, ramah, dan percaya diri. Menguasai isi CV secara menyeluruh membantu menjawab pertanyaan dengan lancar. Posisi pelamar di sini adalah “menjual” diri sendiri kepada HRD, menonjolkan nilai tambah yang dapat diberikan kepada perusahaan.

Interview User (Calon Atasan) adalah tahap di mana pelamar bertemu dengan orang yang akan menjadi bos atau rekan kerja langsung. User biasanya lebih menekankan pada keterampilan teknis, pengalaman, dan logika pemecahan masalah. Pertanyaan di sini lebih spesifik tentang pekerjaan, bukan tentang kehidupan pribadi.

Untuk menjawab pertanyaan teknis, pelamar disarankan menggunakan metode STAR: Situation, Task, Action, Result. Contoh konkret dengan istilah teknis yang tepat membuat jawaban terlihat sistematis dan relevan dengan bidang yang dilamar.

Berikut adalah 11 pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara kerja, lengkap dengan contoh jawaban yang dapat dijadikan acuan. Perhatikan setiap contoh jawaban, karena mereka menekankan pada relevansi pengalaman dan keahlian yang dimiliki.

  1. Ceritakan Tentang Diri

    Jawaban contoh: “Saya merupakan lulusan (tulis lulusan terakhir) yang minat tinggi di bidang (pekerjaan yang dilamar). Selama (kuliah/kerja/sekolah), saya aktif (pencapaian yang berkaitan dengan jobdesk yang dilamar).”

  2. Apa Kelebihan Kamu?

    Jawaban contoh: “Saya memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik, sehingga bisa menyusun skala prioritas untuk menyelesaikan tugas secara tepat waktu. (Bisa tambahkan lagi kelebihan untuk membuat HRD percaya).”

  3. Apa Kelemahan Kamu?

    Jawaban contoh: “Saya cenderung pelupa, tetapi saya mengatasinya dengan selalu mencatat pekerjaan penting di buku catatan dan memasang alarm pengingat.”

  4. Mengapa Tertarik Melamar di Posisi Ini?

    Jawaban contoh: “Saya menyukai lingkungan kerja yang cepat dan inovatif seperti di perusahaan ini. Karena itu, saya bisa mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki secara maksimal serta bertumbuh.”

  5. Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perusahaan Kami?

    Jawaban contoh: “Perubahan (sebutkan namanya) merupakan (jelaskan hasil riset yang didapatkan).”

  6. Mengapa Kami Harus Menerima Kamu?

    Jawaban contoh: “Saya memiliki kemampuan (jelaskan kelebihan yang dimiliki dan keunikan yang dapat menunjang kinerja bekerja untuk perusahaan).”

  7. Apa Rencana Dalam 5 Tahun ke Depan?

    Jawaban contoh: “Dalam 5 tahun ke depan, saya ingin menjadi manajer di tim Social Media melalui pengembangan hard skill dan soft skill d perusahaan ini.”

  8. Apa Kontribusi yang Bisa Diberikan?

    Jawaban contoh: “Dengan pengalaman meningkatkan (jelaskan pencapaian yang sudah dilakukan) di perusahaan sebelumnya. Saya yakin bisa melakukan lebih jauh lagi di perusahaan ini.”

  9. Mengapa Mengundurkan Diri dari Pekerjaan Sebelumnya?

    Jawaban contoh: “Saya ingin mencari lingkungan kerja baru yang memungkinkan saya memaksimalkan skill yang telah saya peroleh sebelumnya.”

  10. Bagaimana Cara Kamu Menghadapi Stres atau Tekanan Kerja?

    Jawaban contoh: “Biasanya saya akan istirahat sebentar untuk menenangkan pikiran, lalu menganalisis masalah yang sedang dihadapi lalu mencari solusi efektifnya.”

  11. Ada yang Ingin Ditanyakan?

    Jawaban contoh: “Apa tahapan rekrutmen setelah interview ini dan seperti apa tantangan terbesar posisi ini di perusahaan?”

Semua contoh jawaban di atas menekankan pada relevansi pengalaman, kemampuan, dan motivasi pelamar. Dengan mempersiapkan jawaban yang jelas dan terstruktur, pelamar dapat menunjukkan kesiapan dan keseriusan mereka untuk bergabung.

Selain persiapan jawaban, pelamar juga disarankan untuk menyiapkan pertanyaan yang relevan tentang perusahaan dan posisi yang dilamar. Pertanyaan ini menunjukkan ketertarikan dan keingintahuan, dua hal yang dihargai oleh banyak perusahaan.

Setelah selesai menjawab semua pertanyaan, biasanya pewawancara akan memberi kesempatan bagi pelamar untuk bertanya. Gunakan kesempatan ini untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas, seperti struktur tim, harapan perusahaan, atau peluang pengembangan karier.

Simak Video “KuTips: Tips Jawab Pertanyaan ‘Mau Gaji Berapa? Saat Interview Kerja” [Gambas:Video 20detik] (mep/mep). Video tersebut memberikan panduan singkat tentang cara menjawab pertanyaan gaji dengan tepat.

Dengan memahami dua tahap wawancara dan persiapan jawaban yang matang, pelamar dapat meningkatkan peluang diterima. Kunci utama tetap pada kejujuran, kejelasan, dan relevansi pengalaman yang dimiliki. Selamat mencoba, dan semoga berhasil.

wawancara kerjaHRDsoft skillmetode STARpertanyaan umumpengalaman kerjamotivasi

Komentar

Memuat komentar...