Menhan Bantah Kunjungan Prabowo Liburan, Buktikan Investasi Rp 9 Triliun

Fandi R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 20 dibaca
Bisik.id
Menhan Bantah Kunjungan Prabowo Liburan, Buktikan Investasi Rp 9 Triliun

Gambar atau konten salah?

Menteri Perindustrian Sarmuji membantah keras anggapan bahwa perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri sekadar liburan. Ia memberikan bukti konkret: investasi perusahaan Amerika Serikat senilai US$ 500 juta, atau hampir Rp 9 triliun.

Investasi ini merupakan hasil kerja sama antara PT Tynergy Technology Group dari AS dengan PT Wiraraja Bintang Persada. Keduanya sepakat mengembangkan pabrik baterai di Batam, Kepulauan Riau. Proyek ini adalah salah satu tindak lanjut dari kunjungan Prabowo ke Washington DC pada Februari 2026.

"Ini sekaligus kita membuktikan bahwa setiap kunjungan bapak Presiden ke luar negeri itu sebenarnya menghasilkan langkah-langkah yang produktif. Bapak Presiden ke luar negeri itu bukan buat plesiran, tapi untuk misi nasionalisme," ujar Sarmuji di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis 29 Oktober 2026.

Menurut Sarmuji, kunjungan Prabowo memiliki tujuan penting. Bukan sekadar jalan-jalan. Ada misi ekonomi yang menyertainya. Ia mengklaim banyak investor AS mulai berdatangan ke Indonesia setelah kunjungan presiden.

"Menjaga komunikasi dan hubungan antara kedua negara, sekaligus ada misi yang menyertai Bapak Presiden yaitu misi ekonomi yang terbukti, investor dari luar negeri khususnya dari AS berdatangan setelah Pak Prabowo datang ke AS," katanya.

Sarmuji juga menyinggung kritik masyarakat. Banyak yang mempertanyakan intensitas perjalanan luar negeri Prabowo. Ia menilai realisasi investasi ini bisa menjawab kritik tersebut.

"Yang sering kita kritik, orang-orang Indonesia sering kritik, ngapain Pak Presiden ke luar negeri terus. Salah, buktinya ini," tegasnya.

Kerja sama investasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak 18 Februari 2026. Saat itu, perjanjian usaha patungan atau joint venture ditandatangani di Washington DC. Prabowo menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.

Proyek ini diberi nama Tynergy Wiraraja Batam. Lokasinya di Kawasan Industri Wiraraja, Kabil, Batam. Luas lahannya sekitar 9.300 meter persegi. Fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas penyimpanan energi berbasis baterai sodium-ion sebesar 1 gigawatt hour (GWh).

Baterai yang diproduksi nantinya bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kendaraan listrik, pusat data atau data center, hingga penyimpanan energi dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Proyek ini diperkirakan menyerap hingga 500 tenaga kerja.

Sarmuji memperkirakan fasilitas tersebut bisa dikunjungi pada kuartal II-2027. Investasi US$ 500 juta ini merupakan bagian dari total komitmen investasi senilai US$ 4,89 miliar. Angka itu dibahas dalam Indonesia-US Business Summit di Washington DC pada Februari 2026.

Perjalanan presiden ke luar negeri sering menuai kritik. Namun realisasi investasi ini menunjukkan ada hasil nyata di balik kunjungan tersebut. Setidaknya untuk proyek baterai di Batam ini, dampaknya langsung terlihat: lapangan kerja baru dan masuknya modal asing.

investasiPrabowo SubiantobateraiBatamSarmujikunjungan luar negeriTynergy Wiraraja

Komentar

Memuat komentar...