Mentan Kucurkan Rp1,33 Triliun untuk Pertanian Papua Selatan

Wati N. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mentan Kucurkan Rp1,33 Triliun untuk Pertanian Papua Selatan

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengucurkan dana sebesar Rp 1,33 triliun untuk sektor pertanian di Provinsi Papua Selatan. Langkah ini diambil untuk memperkuat kawasan tersebut sebagai lumbung pangan di Indonesia bagian timur. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat modernisasi pertanian, dengan tujuan meningkatkan luas area tanam, indeks pertanaman, produktivitas, hasil produksi, dan pendapatan petani. Program yang dijalankan meliputi Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah).

"Total bantuan untuk Papua Selatan tahun 2026 mencapai Rp 1,33 triliun. Semua bantuan ini untuk masyarakat, untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani," ujar Amran dalam pernyataannya pada Minggu, 05 Juli 2026.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Amran saat menghadiri acara Gerakan Tanam di lahan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Sabtu, 04 Juli 2026. Melalui anggaran ini, Kementerian Pertanian mengalokasikan berbagai bantuan strategis. Bantuan tersebut mencakup pembangunan lahan dan irigasi pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, pestisida, serta pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Dukungan untuk modernisasi pertanian juga termasuk di dalamnya. Semua bantuan ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani di Papua Selatan.

Amran menjelaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua Selatan tidak hanya berfokus pada perluasan area tanam. Ada juga transformasi menuju pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing. Ia mengaku bangga melihat perubahan di Merauke. Pertanian di sana kini sudah memanfaatkan teknologi modern dan dioperasikan langsung oleh generasi muda Papua. Menurutnya, penggunaan drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan mekanisasi budidaya lainnya menunjukkan bahwa pertanian Merauke sudah setara dengan negara-negara maju.

"Kami bangga karena operatornya adalah putra daerah dari Semangga dan Kurik. Inilah yang kita inginkan, transfer teknologi kepada putra-putri terbaik Papua. Teknologi yang digunakan di Merauke saat ini sejajar dengan yang digunakan di Jepang, Amerika, dan negara maju lainnya," jelasnya.

Menurut Amran, penerapan teknologi modern juga berhasil meningkatkan indeks pertanaman (IP) di Merauke. IP di sana mencapai sekitar dua kali tanam dalam setahun. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang masih berkisar 1,6 hingga 1,7 kali tanam. "Di Merauke IP sudah mencapai 2. Artinya, petani bisa menanam dua kali dalam setahun. Produktivitas juga meningkat. Dulu hasil panen sekitar tiga ton per hektare, sekarang sudah ada yang mencapai empat, lima, enam bahkan tujuh ton per hektare," jelasnya.

Peningkatan produktivitas ini, lanjut Amran, berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pendapatan petani di sejumlah wilayah bahkan meningkat hingga sekitar 300 persen. "Ini luar biasa untuk masyarakat kita. Semua peralatan yang diberikan pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," tegasnya.

Amran menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian di Papua Selatan adalah hasil kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga para petani. "Kita ini kolaborasi, kita saling membesarkan. Tidak ada orang berhasil karena saling menjatuhkan. Orang berhasil adalah mereka yang mau bergandengan tangan dan tumbuh bersama," imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengapresiasi perhatian besar pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Berdasarkan data pemerintah daerah, dari sekitar 84 ribu hektare program Cetak Sawah Rakyat di Tanah Papua, sebanyak 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Sementara itu, dari total 54 ribu hektare program Optimalisasi Lahan di Tanah Papua, sekitar 53 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke.

Pemerintah Kabupaten Merauke juga mencatat bahwa program Cetak Sawah Rakyat dan Optimalisasi Lahan telah mendorong peningkatan luas tanam, produktivitas, serta produksi pangan secara signifikan. Dengan potensi lahan pertanian mencapai sekitar 1,2 juta hektare, Merauke diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional. Wilayah ini juga diharapkan menjadi motor penguatan Papua Selatan sebagai lumbung pangan di Indonesia timur.

Bantuan senilai lebih dari satu triliun rupiah ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk mengembangkan pertanian di Papua Selatan. Fokusnya tidak hanya pada perluasan lahan, tetapi juga pada adopsi teknologi modern yang dioperasikan oleh generasi muda setempat. Data dari pemerintah daerah menunjukkan bahwa program Cetak Sawah Rakyat dan Optimalisasi Lahan terkonsentrasi di Kabupaten Merauke. Dengan potensi lahan yang sangat luas, Merauke diharapkan dapat menjadi pusat produksi pangan utama di kawasan timur Indonesia.

Menteri PertanianPapua Selatanlumbung pangandana Rp1,33 triliunmodernisasi pertanianCetak Sawah RakyatOptimalisasi Lahanproduktivitas

Komentar

Memuat komentar...