Menteri Keuangan Tegaskan Birokrasi Siap Pak Harus Lakukan
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kebiasaan buruk dalam birokrasi pada acara Simposium PT SMI 2026 di Ayana Midplaza, Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa banyak pegawai di birokrasi mengatakan siap pak ketika diberi arahan, namun pekerjaan tidak selesai hingga berbulan-bulan. Ketika mereka digeser jabatan, mereka malah menangis. “Banyak itu kalau di birokrasi, dikasih tahu A (diberi arahan), di depan bilang 'siap pak', (tetapi) tidak dikerjakan sampai tiga bulan. Dikasih tahu lagi, nggak dikerjakan lagi. Ketika digeser baru nangis-nangis,” tutur Purbaya pada 22 April 2026.
Purbaya memberi contoh konkret ketika ia memperbaiki kebocoran penerimaan negara dan menahan masuknya barang ilegal ke pasar domestik. Ia mengatakan, “Saya perbaiki tax collection, saya lindungi market kita dari barang-barang ilegal. (Ini) sudah mulai jalan, tapi masih bocor sana sini atau orang di lapangan masih bocor, tapi kita akan perbaiki terus.”
Ia menegaskan bahwa langkah bersih‑bersih akan terus dijalankan di lingkungan Kementerian Keuangan. Purbaya mengancam akan mencopot orang-orang yang tidak patuh pada proses ini. “Kita akan pastikan pesan itu sampai ke seluruh birokrasi, paling tidak di Kementerian Keuangan. Kalau saya suruh kerjain, kalau tidak siap‑sih saja angkat koper. Kalau kerjanya bagus nanti kita kasih value atau penghargaan setinggi‑tingginya, termasuk insentif,” janji Purbaya.
Dengan menyoroti masalah birokrasi dan menegaskan tekad memperbaiki sistem, Purbaya menegaskan bahwa perubahan perilaku di sektor publik memerlukan disiplin dan penghargaan bagi yang berprestasi. Keputusan ini menandai langkah awal menuju peningkatan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Anjlok 1,57 Persen ke 4.827
BRI Buka Galeri E-Channel di JPM Dukuh Atas untuk Komuter
Kemenkeu Tolak Jadi Pemegang Saham BEI
Pandu Sjahrir Lepas Saham Supra Sekuritas Sejak Juni
OJK Paksa Pengembalian Dana Rp5 Miliar Kasus Manipulasi Saham
LPS: 14 BPR Tutup Akibat Tata Kelola Buruk
