Menteri Minta Riset UNIDA Gontor Bermanfaat Langsung ke Masyarakat

Agus P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Minta Riset UNIDA Gontor Bermanfaat Langsung ke Masyarakat

Gambar atau konten salah?

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan arahan kepada Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Ia meminta agar hasil riset dan penelitian yang dilakukan kampus tersebut bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Permintaan ini disampaikan Brian saat menghadiri perayaan Milad ke-63 UNIDA yang digabung dengan peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Menurut Brian, Gontor sudah lama dikenal sebagai lembaga yang melahirkan lulusan berintegritas. Para lulusannya dibekali akhlak mulia dan kemampuan bahasa yang kuat. Nilai-nilai ini, kata dia, harus terus dikembangkan. Lebih dari itu, nilai tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata untuk bangsa.

"Kami berharap kader-kader Pondok Modern Gontor semakin banyak mengisi lembaga-lembaga strategis di negara ini sehingga kekuatan integritas itu bisa mewarnai berbagai kebijakan," ujar Brian pada Minggu, 12 Juli 2026.

Brian juga menekankan pentingnya mengarahkan seluruh riset di UNIDA. Mulai dari skripsi, tesis, hingga disertasi, semuanya harus dirancang untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Kalau bisa dihubungkan dengan permasalahan bangsa, baik di Ponorogo, Jawa Timur maupun Indonesia. Sehingga karya-karya dari Pondok Modern Gontor bisa menjadi solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, melaporkan perkembangan kampusnya. Saat ini UNIDA memiliki 6.577 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya adalah mahasiswa asing. Kampus ini juga memiliki sembilan fakultas dan 28 program studi. Sejak tahun 2023, UNIDA sudah meraih akreditasi unggul. Pencapaian ini menjadi dasar bagi pembukaan Fakultas Kedokteran.

"Alhamdulillah tahun ini Fakultas Kedokteran sudah memasuki tahun kedua menerima mahasiswa," kata Hamid.

Ia menegaskan bahwa UNIDA tetap mempertahankan sistem perguruan tinggi berbasis pesantren. Semua mahasiswa diwajibkan tinggal di asrama. Pembinaan dilakukan selama 24 jam penuh.

"Kami menggunakan sistem penilaian yang holistik. Tidak hanya akademik, tetapi juga aktivitas organisasi, hafalan Al-Qur'an, hingga pembinaan karakter," jelasnya.

Dalam bidang pengabdian masyarakat, Hamid menyebutkan bahwa setiap tahun UNIDA membina sedikitnya 50 desa. Program ini dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka mendampingi masyarakat di berbagai bidang. Mulai dari pertanian, usaha mikro kecil menengah (UMKM), teknologi informasi, hingga pendidikan keagamaan.

Pada perayaan Milad ke-63 ini, UNIDA juga meluncurkan sejumlah capaian. Di antaranya adalah 100 karya dosen dan alumni yang membahas sistem pendidikan Gontor. Selain itu, ada 100 buku ajar dan 100 karya pemikiran Islam kontemporer. UNIDA juga mengumumkan bahwa mereka kini memiliki 100 dosen bergelar doktor.

Presiden UNIDA Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan arah pendidikan di Gontor. Menurutnya, lembaga ini tidak berorientasi mencetak lulusan yang hanya mengejar kepentingan pribadi.

"Kami tidak mendidik anak-anak menjadi egois, materialistis atau hedonis. Kami mendidik mereka agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat," tegas Hasan.

Ia menjelaskan filosofi pendidikan Gontor. Para santri selalu diajarkan untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Hasan mengutip pertanyaan yang selalu ditanamkan kepada para santri.

"Orang datang ke Gontor apa yang kau cari? Setelah keluar dari Gontor apa yang kau beri? Itu yang selalu kami tanamkan kepada para santri," pungkasnya.

Pesan dari Menteri Brian dan para pimpinan UNIDA ini menekankan satu hal: hasil pendidikan dan riset harus berujung pada manfaat nyata. Bukan sekadar teori di atas kertas. UNIDA Gontor, dengan sistem pesantren dan nilai integritasnya, diharapkan terus melahirkan lulusan yang tidak hanya pintar, tetapi juga peduli dan mampu menjadi solusi bagi masalah-masalah di sekitarnya.

riset bermanfaatintegritaspendidikan pesantrenUNIDA Gontorpengabdian masyarakatakreditasi unggulsolusi bangsa

Komentar

Memuat komentar...