Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Alor Aman

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Alor Aman

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras di gudang Bulog di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dalam kondisi aman. Harga beras di sana saat ini Rp 13.000 per kilogram. Angka itu sama dengan harga di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat berkunjung ke Alor pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Ia mengatakan kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Aspirasi masyarakat, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai keluhan. Harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Sebelumnya, Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, menceritakan harga beras di beberapa wilayah Alor bisa melonjak hingga Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. Lonjakan itu terjadi saat distribusi terganggu.

"Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian. Beras sudah aman, ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras," kata Amran.

Amran juga meminta Perum Bulog melakukan operasi pasar jika masyarakat membutuhkan. Kuota bantuan pangan untuk NTT mencapai 1.200 ton.

"Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah," tambahnya.

Menurut catatan Badan Pangan Nasional, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor selama Maret hingga Juli 2026 sudah mencapai 764.070 kilogram. Rinciannya, penyaluran melalui Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 356.470 kg. Lewat pengecer di pasar rakyat sebanyak 352.150 kg. Dan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 55.450 kg.

Selain melalui SPHP, pemerintah juga menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk bantuan pangan beras dan minyak goreng. Hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan secara nasional mencapai 662.867.840 kg beras dan 132.573.568 liter minyak goreng. Angka itu setara 99,70 persen dari target penyaluran kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penyaluran bantuan pangan tahap pertama sudah terealisasi 100 persen. Sebanyak 837.612 PBP menerima bantuan, setara 16.752.240 kg. Untuk Kabupaten Alor, bantuan yang tersalurkan sebanyak 746.000 kg. Dengan begitu, pemerintah telah menggelontorkan CBP untuk masyarakat Alor sebanyak 1,5 juta kg. Jumlah itu dari realisasi SPHP beras 764 ribu kg ditambah 746 ribu kg.

Sementara untuk alokasi bantuan pangan Juli hingga September 2026, Kabupaten Alor mendapat jatah untuk 37.338 PBP. Alokasi ini memperkuat berbagai instrumen intervensi pemerintah. Tujuannya menjaga akses masyarakat terhadap pangan pokok di wilayah kepulauan.

Dengan penyaluran beras SPHP yang sudah mencapai 764.070 kg selama Maret-Juli 2026 dan dukungan program bantuan pangan kepada 37.338 PBP di Alor, Bapanas bersama Bulog terus memperkuat intervensi pemerintah. Upaya ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Masyarakat di wilayah kepulauan diharapkan tetap bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan pasokan yang cukup.

Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti keluhan mahalnya harga beras di Alor. Kunjungan menteri langsung ke daerah dan instruksi operasi pasar menjadi bukti respons cepat. Data menunjukkan realisasi penyaluran bantuan sudah hampir mencapai target nasional, termasuk di NTT dan Alor. Stok dan harga beras di Alor kini disebut setara dengan Jakarta.

stok berasharga berasAlorBulogoperasi pasarbantuan panganstabilisasi harga

Komentar

Memuat komentar...