Menteri Pertanian: Stok Beras Aman, Tuduhan Langka dari Mafia

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Pertanian: Stok Beras Aman, Tuduhan Langka dari Mafia

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman angkat bicara soal kelangkaan beras premium di pasaran. Ia memerintahkan Perum Bulog untuk menambah pasokan sebanyak 300.000 ton.

"Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia. Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga," kata Amran di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin 21 September 2026.

Amran membantah adanya kelangkaan beras premium. Menurutnya, stok beras masih melimpah di pasaran, terutama di pasar tradisional. Sementara itu, kekosongan di toko ritel modern dikaitkan dengan masalah beras fortifikasi yang tengah diselidiki.

"Berarti beli di mana? Kalau di pasar beli, murah apa mahal? Di pasar tradisional murah apa mahal? Murah kan? Turun nggak harga? Iya berarti anda jawab sendiri. Berarti yang naikkan selama ini apa? Dulu kalau tidak ada stok, harga naik kan? 'Wah, menterinya salah nih, impor.' Begitu sekarang banyak beras, apa alasannya lagi? Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini yang harus diberesin," jelas Amran.

Saat ini, ia mengklaim stok beras nasional dalam kondisi aman. Cadangan beras pemerintah (CBP) sendiri mencapai hampir 5 juta ton.

"Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 hari. Kita sewa gudang, 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia," pungkasnya.

Namun, berdasarkan pantauan pada Sabtu 19 September 2026, stok beras premium di sejumlah ritel modern justru kosong. Di Alfamidi Pondok Ranji, Tangerang Selatan, misalnya, tidak ada beras premium sama sekali. Yang tersisa hanya satu kantong beras SPHP ukuran 5 kg.

Di Indomaret Jalan Raya Jombang, situasinya tak jauh berbeda. Stok beras yang tersedia hanya SPHP Bulog. Untuk jenis premium, hanya ada merek Punokawan milik Bulog ukuran 10 kg.

Sebelumnya, Perum Bulog telah menyalurkan beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Amran terus menekankan bahwa stok beras aman dan tuduhan kelangkaan justru berasal dari pihak-pihak yang berkepentingan. Ia menyebut mafia beras sebagai aktor di balik narasi kekurangan pasokan. Meski begitu, kenyataan di lapangan menunjukkan rak-rak beras premium di toko modern masih kosong.

kelangkaan beras premiumpasokan berasBeras Bulogmafia berasstok beras nasionalBadan Pangan Nasionalharga beras

Komentar

Memuat komentar...