Mesin Pirolisis Klungkung Siap Beroperasi Akhir Bulan Ini

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mesin Pirolisis Klungkung Siap Beroperasi Akhir Bulan Ini

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, sedang bersiap mengoperasikan penuh mesin pengolah sampah pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Karangdadi. Mesin ini ditargetkan bisa berjalan dalam waktu dekat, tepatnya pada akhir bulan ini.

Teknologi pirolisis yang digunakan berasal dari Cook Island. Mesin tersebut dikelola oleh PT Inpac Solutions Indo. Namun, untuk bisa menjalankan mesin berkapasitas 4 ton per jam, mereka masih menunggu kedatangan teknisi dari China.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, I Dewa Komang Aswin, menyatakan bahwa uji coba mesin berkapasitas besar itu akan segera dilakukan. "Untuk mesin dengan kapasitas 4 ton segera kita uji coba. Saat ini masih menunggu teknisi dari China," kata Aswin pada Rabu, 08 Juli 2026.

Sebelumnya, Pemkab Klungkung sudah melakukan uji coba dengan mesin berkapasitas lebih kecil, yaitu 750 gram. Hasilnya, mesin itu mampu mengolah sampah plastik, ban karet, dan sampah organik secara bersamaan. Proses tersebut menghasilkan bahan bakar minyak (BBM), karbon atau briket, serta kawat.

Aswin menjelaskan, mesin yang lebih besar nantinya akan bekerja dengan mekanisme yang sama. Dengan tambahan mesin pemilah sampah berkapasitas 8 ton per jam, tumpukan sampah yang ada di Klungkung diharapkan bisa terurai lebih cepat.

Teknisi dari luar negeri tidak akan terus-menerus mengoperasikan mesin. Mereka datang untuk membantu proses pemasangan sekaligus melatih teknisi lokal. Tujuannya, ke depan perusahaan bisa lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja setempat.

"Seperti yang sudah disampaikan oleh pak Bupati sebelumnya, jadi perusahaan memang melihat pentingnya tenaga kerja lokal. Untuk saat ini saja sudah ada teknisi lokal dari sini yang dilatih khusus," jelas Aswin.

Selain teknisi dari China, perusahaan juga mendatangkan teknisi dari Cook Island. Negara itulah yang menjadi asal teknologi pirolisis ini. Empat unit mesin pirolisis dengan total kapasitas 168 ton per hari merupakan teknologi pengolah sampah yang dikembangkan Andersons Group dari Cook Island dan diproduksi di China melalui PT Inpac Solutions Indo.

Direktur PT Inpac Solutions Indo, Anak Agung Pablo, mengklaim teknologi pirolisis yang dioperasikan di Klungkung sebelumnya sudah berhasil mengatasi masalah sampah di Cook Island dan sejumlah negara di Asia. Menurut dia, pemasangan mesin sejauh ini masih sesuai jadwal.

"Sesuai jadwal kita operasi penuh akhir bulan ini. Untuk pemasangan alat sudah on progress. Satu dua minggu ini sudah bisa terpasang semua," ujar Pablo.

Pablo menambahkan, BBM yang dihasilkan dari mesin tersebut masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium. "Ini sedang uji lab. Nanti kalau sudah keluar hasilnya, akan kami tunjukkan," imbuh Pablo.

Teknologi pirolisis ini menjadi salah satu solusi pengolahan sampah di Klungkung. Mesin bekerja dengan membakar sampah pada suhu tinggi tanpa oksigen, sehingga menghasilkan bahan bakar minyak dan produk lain. Keberhasilan uji coba mesin kecil menunjukkan potensi teknologi ini untuk mengurai sampah secara lebih efektif, terutama jika dikombinasikan dengan mesin pemilah berkapasitas besar yang sudah ada.

pirolisisKlunkungpengolah sampahteknisi Chinabahan bakar minyakTOSS Centerkapasitas 4 ton

Komentar

Memuat komentar...