Jalan Abimanyu Rusak Parah, 5 Tahun Tak Diperbaiki
Gambar atau konten salah?
Jalan Abimanyu di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Bali, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jalan ini merupakan akses utama menuju pemukiman warga dan rumah kos mahasiswa. Namun, kondisinya rusak parah dan sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan.
Di beberapa titik, aspal di permukaan jalan sudah mengelupas. Yang tersisa hanyalah hamparan batu kasar. Lubang-lubang dengan kedalaman yang berbeda-beda juga menganga di badan jalan. Pengendara, terutama yang menggunakan sepeda motor, terpaksa mengurangi kecepatan dan melakukan manuver untuk menghindari lubang-lubang tersebut.
Seorang mahasiswa bernama Fauzi Hariri menceritakan pengalamannya. Ia sudah merasakan kondisi ini sejak pertama kali memulai kuliah pada tahun 2021. Hingga pertengahan tahun 2026, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah.
"Sejak saya mulai kuliah tahun 2021 sampai sekarang 2026 belum pernah ada perbaikan sama sekali. Padahal jalannya tidak panjang, hanya sekitar 20 sampai 30 meter, tetapi kondisinya masih rusak," kata Fauzi pada Selasa, 07 Juli 2026.
Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik. Ada dua akses jalan yang sama-sama dipenuhi bebatuan dan lubang. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Jalan Abimanyu adalah akses yang cukup padat. Letaknya berada di kawasan pemukiman dan dikelilingi oleh rumah kos mahasiswa. Di sekitar lokasi juga terdapat beberapa fasilitas umum, termasuk sekretariat organisasi keagamaan PHDI. Akibatnya, aktivitas lalu lintas di jalan ini cukup tinggi setiap harinya.
Selain masalah jalan yang rusak, Fauzi juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut. Pada malam hari, kondisi jalan menjadi sangat gelap. Hal ini semakin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara.
"Di sini juga banyak anak kos mahasiswa. Malam hari penerangannya sangat kurang, kalau tidak salah hanya ada satu atau dua lampu. Kondisi ini tentu membuat warga kurang nyaman saat melintas," ujarnya.
Fauzi berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng segera memperbaiki Jalan Abimanyu. Ia juga meminta agar fasilitas penerangan jalan ditambah. Meskipun ruas jalan yang rusak hanya sekitar 20 hingga 30 meter, perbaikan tersebut akan berdampak besar terhadap keselamatan dan kenyamanan warga serta mahasiswa yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kondisi Jalan Abimanyu ini menggambarkan bagaimana infrastruktur dasar di kawasan permukiman dan pendidikan bisa terabaikan dalam waktu yang lama. Keluhan warga dan mahasiswa yang sudah berlangsung selama lima tahun belum juga mendapat respons perbaikan. Padahal, jalan yang pendek sekalipun bisa menjadi penghubung vital bagi aktivitas sehari-hari banyak orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
