Messi Gagal Penalti, Argentina Bangkit Hajar Mesir

Dewi M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Messi Gagal Penalti, Argentina Bangkit Hajar Mesir

Gambar atau konten salah?

Argentina nyaris tersingkir dari Piala Dunia 2026. Lionel Messi gagal penalti. Timnya tertinggal dua gol dari Mesir di babak 16 besar. Tapi Messi tidak menyerah. Ia terus meminta bola. Lagi. Dan lagi.

Pertandingan berjalan menegangkan sejak awal. Yasser Ibrahim membobol gawang Argentina pada menit ke-15. Empat menit kemudian, Argentina mendapat hadiah penalti. Messi maju sebagai eksekutor. Tapi tembakannya ke sisi kanan terbaca kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Bola diamankan.

Argentina terus menekan. Tapi justru kebobolan lagi pada menit ke-67 lewat Mostafa Ziko. Sebenarnya Ziko sudah mencetak gol pada menit ke-59, tapi dianulir wasit. Selisih dua gol membuat situasi semakin genting bagi juara bertahan.

Namun Argentina tidak panik. Mereka tetap tenang. Rasa gugup ditekan. Urgensi dinaikkan. Messi mulai lebih sering menerima bola. Pada menit ke-79, umpan lambung Messi disundul Cristian Romero menjadi gol. Momentum mulai berbalik.

Empat menit berselang, Messi berada di posisi yang tepat. Ia menyambar umpan Gonzalo Montiel di dalam kotak penalti. Skor sama kuat 2-2. Asa Argentina kembali menyala.

Babak kedua memasuki waktu tambahan. Satu serangan balik mengubah segalanya. Umpan lambung Lautaro Martinez disundul Enzo Fernandez. Gol. Argentina memimpin untuk pertama kalinya pada menit ke-92.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni berbicara tentang momen itu. "Mungkin penaltinya gagal, Anda bisa fokus ke sana. Kami hendak tersingkir, mereka sempat unggul dua gol. Tapi lalu Messi meminta bola lagi, dan dia mencoba lagi, dan lagi. Dan saya merinding, jujur saja," ujar Scaloni kepada Reuters.

"Saya yakin dia bermain sepakbola untuk momen-momen seperti ini. Dia mencintai sepakbola, dia suka bermain dengan bola. Dan perasaan emosional di tahap ini dalam kariernya, sangat sulit untuk diungkapkan dalam kata-kata."

Messi memang gagal penalti. Tapi mentalitasnya tidak runtuh. Pemain berusia 39 tahun itu justru semakin sering meminta bola. Ia terus mencoba. Dan akhirnya mencetak gol penyeimbang. Kemenangan Argentina tidak lepas dari peran kolektif tim, tapi sorotan utama tetap tertuju pada Messi.

Dalam pertandingan yang hampir membuat Argentina tersingkir, Messi menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir. Ia bangkit. Ia meminta bola lagi. Dan lagi. Mentalitas seperti itu yang membuatnya tetap menjadi pemain kunci di usia yang tidak lagi muda.

Lionel MessiPiala Dunia 2026Argentinagagal penaltikemenangan dramatismentalitas juarakolektivitas tim

Komentar

Memuat komentar...