Pria AS Dipecat Gara-Gara Kue Kering Rp 35 Ribu

Guntur P. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pria AS Dipecat Gara-Gara Kue Kering Rp 35 Ribu

Gambar atau konten salah?

Seorang pria di Amerika Serikat harus kehilangan pekerjaan setelah 11 tahun mengabdi, hanya karena dituduh tidak membayar dua buah kue kering seharga Rp 35 ribu. Kisah ini bermula dari sebuah kesalahan kecil yang berujung pada pemecatan.

Kurt Kromm bekerja di pabrik truk milik Ford Motor Company di Louisville, Kentucky. Ia sudah bekerja di sana selama 11 tahun. Pada suatu malam, tepatnya tanggal 9 April, ia mengalami penurunan gula darah hingga 60 mg/dL. Angka ini berada di bawah kisaran normal, yaitu 70-99 mg/dL. Karena kondisinya, ia memutuskan untuk pergi ke sebuah kios swalayan di area pabrik dan membeli dua buah kue kering seharga $1,95 atau sekitar Rp 35.162.

Saat membayar, Kromm menggesek kartu debitnya. Layar pembayaran menunjukkan bahwa transaksinya gagal. Ia kemudian menggesek kartu itu sekali lagi. Kali ini, mesin menampilkan tanda centang hijau. Tanda itu biasanya menandakan bahwa pembayaran telah berhasil. Karena melihat tanda tersebut, Kromm yakin bahwa pembayarannya sudah lunas. Ia pun pergi meninggalkan kios tersebut.

Seminggu kemudian, Kromm dipanggil ke kantor oleh dua orang supervisor. Kedua supervisor itu menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya tidak membayar kue kering tersebut. Tanpa banyak bicara, perusahaan langsung memecatnya.

"Mereka baru saja memecat saya, lalu mengantar saya keluar gedung. Saya bahkan harus meminta perwakilan serikat pekerja untuk mengambil laptop pribadi saya karena mereka tidak mengizinkan saya mengambil apa pun," kata Kromm.

Kromm tidak tinggal diam. Ia bertekad membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Ia mulai mengumpulkan bukti-bukti. Pertama, ia meminta seorang mantan rekan kerja untuk memotret kios swalayan tersebut. Foto itu menunjukkan harga kue kering yang ia beli. Kedua, ia memeriksa catatan rekening banknya. Di sana, ia melihat bahwa kartu kreditnya benar-benar telah ditagih sebesar $1,95 untuk pembelian kue kering merek Grandmas Chocolate Chip. Ia pun mengirimkan tangkapan layar transaksi itu melalui email kepada eksekutif buruh Ford dan pejabat serikat pekerja.

Beberapa minggu kemudian, Ford akhirnya mengakui kesalahan mereka. Perusahaan mengakui bahwa tuduhan mencuri kue kering terhadap Kromm adalah salah. Sebagai gantinya, Ford menawarkan Kromm untuk kembali bekerja. Mereka juga menawarkan gaji penuh sebesar $33.000 atau sekitar Rp 595.155.000.

Namun, Kromm menolak tawaran itu. Ia mengatakan tidak akan pernah kembali lagi ke perusahaan tersebut. Secara emosional, ia merasa tidak sanggup.

"Saya bekerja dengan 8.500 orang. Saya tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada siapa pun. Saya sudah bekerja di sana selama 11 tahun," jelasnya.

Ia juga merasa perusahaan tidak memberikan permintaan maaf yang tulus. "Yang ada hanyalah, 'Oh, kamu tidak akan kembali?' Tidak, saya tidak tertarik untuk kembali," ujarnya.

Kromm menambahkan bahwa Ford baru saja kehilangan seorang pekerja teladan. Ia merasa dirinya sangat ahli dalam pekerjaan yang ia lakukan.

Menurut laporan dari Times Of India, kios swalayan yang bekerja sama dengan perusahaan tertentu sering mengalami gangguan teknis. Gangguan ini terjadi ketika para pekerja membeli minuman dan makanan ringan. Masalah ini akhirnya menimbulkan perselisihan di antara para pekerja, dan ada yang dirugikan seperti yang dialami Kromm.

Setelah pemecatan Kromm, Ford dilaporkan setuju untuk mengubah kebijakan pemutusan hubungan kerja langsung. Sementara itu, kios swalayan yang bermasalah sedang dalam proses penyelidikan. Seorang juru bicara Ford menolak untuk membahas masalah ini lebih lanjut dengan alasan privasi.

Kisah ini menunjukkan bagaimana sebuah kesalahan kecil, yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi, justru berujung pada pemecatan seorang karyawan yang telah mengabdi selama lebih dari satu dekade. Meskipun perusahaan akhirnya mengakui kesalahan, kerugian emosional dan profesional yang dialami Kromm sudah terlanjur terjadi. Ia memilih untuk tidak kembali, menandakan bahwa kepercayaan antara pekerja dan perusahaan telah rusak.

pemecatankue keringFord Motor Companygula darah rendahKurt Krommkesalahan tekniskehilangan pekerjaan

Komentar

Memuat komentar...