Monyet Serang Balita, Anak Lain Luka Parah di Pamekasan

Hari W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Monyet Serang Balita, Anak Lain Luka Parah di Pamekasan

Gambar atau konten salah?

Pamekasan, Dusun Togur Laok, Desa Sotabar, menjadi saksi tragedi pada 31 Maret 2026. Seorang balita berusia lima tahun, Muhammad Kenzi, tewas setelah diserang monyet tetangganya, Saiful. Monyet tersebut lepas dari rantai pada waktu magrib, dan pemiliknya memulai pencarian namun tidak menemukannya.

Hari berikutnya, 1 April 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, tiga anak pulang sekolah dan bermain di rumah pamannya. Wanda berusia enam tahun, Kanza tujuh, dan Kenzi lima. Saat bermain, monyet yang sebelumnya lepas muncul kembali. Serangan terjadi secara brutal.

Wanda dan Kanza melompati pagar rumah, menghindari serangan. Kenzi, yang lebih kecil, tidak bisa melewati pagar. Ia berlari menuju kamar di samping rumah, namun pintu kamar terkunci, menjadikannya sasaran monyet. Hasilnya, Kenzi terluka serius dengan sobekan di paha kanan akibat gigitan.

Korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. "Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah sakit Waru, namun nyawanya tidak tertolong," kata Kapolsek Pasean, AKP Gunarto, pada 2 April 2026. Monyet itu kemudian ditangkap oleh pemiliknya, Saiful, saat kembali ke rumah. Dengan emosi tinggi, ia membunuh monyet peliharaannya.

Saiful mengungkapkan, "Sudah mati dibunuh oleh pemiliknya. Monyetnya memang kembali ke pemiliknya," lanjutnya. Polsek Pasean telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Namun penyelidikan terhambat karena keluarga korban menolak autopsi.

Hingga kini, kepolisian menunggu hasil musyawarah kedua belah pihak, dimediasi oleh kepala desa setempat. Kasus ini menyoroti risiko hewan peliharaan di lingkungan rumah tangga dan pentingnya pengawasan ketat terhadap hewan yang dapat melarikan diri.

PamekasanmonyetbalitaRumah Sakit Warupolsek PaseanSaifulautopsi

Komentar

Memuat komentar...