BRI Rencanakan Buyback Saham Rp500 Miliar di Pasar Volatil

Lina F. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
BRI Rencanakan Buyback Saham Rp500 Miliar di Pasar Volatil

Gambar atau konten salah?

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal dengan singkatan BRI, mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Ia menegaskan bahwa keputusan ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja BRI serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap solid. “Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” kata Dhanny dalam keterangannya pada 12 Juni 2026.

Periode buyback fluktuatif akan berlangsung dari 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Pelaksanaan program ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan. Selain itu, Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 juga menjadi acuan kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Penggunaan dana buyback akan berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. BRI akan membeli saham pada harga yang dinilai wajar, sambil tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku. Langkah ini dilakukan dengan memperhitungkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, dan arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Dhanny menambahkan bahwa aksi korporasi ini telah mempertimbangkan kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini. “Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan,” tegasnya.

Setelah buyback selesai, indikator keuangan BRI (konsolidasi) per 31 Maret 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat sebesar 22,86%. Return on Equity (ROE) tercatat 18,37%. Angka-angka ini menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki kapasitas permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi usaha dan mitigasi risiko pengelolaan bisnis bank.

Di sisi lain, saham hasil buyback fluktuatif nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris. Pengalihan ini dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan RUPS.

Sebagai bagian dari Danantara, BRI berkomitmen untuk terus fokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). “Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG),” pungkas Dhanny.

Dengan langkah ini, BRI menegaskan bahwa meski pasar sedang berfluktuasi, perusahaan tetap menjaga stabilitas keuangan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui kebijakan buyback yang terukur dan sesuai regulasi.

Komentar

Memuat komentar...