MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market
Gambar atau konten salah?
MSCI, sebuah lembaga penyedia indeks global, memutuskan untuk tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market. Keputusan ini diumumkan melalui hasil Tinjauan Tahunan Negara 2026 yang dirilis pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dengan status ini, Indonesia berada dalam satu kelompok dengan negara-negara besar seperti Brasil, Cile, China, Kolombia, Republik Ceko, Mesir, Yunani, Hungaria, India, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Peru, Filipina, Polandia, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Taiwan, Thailand, Turki, dan Uni Emirat Arab. Pasar modal Indonesia pun dinilai setara dengan Malaysia, China, hingga Korea Selatan.
Dalam pengumuman resminya, MSCI menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada daftar negara dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index. Indonesia tetap menjadi bagian dari kategori Emerging Market. "MSCI telah melakukan Tinjauan Tahunan Negara 2026 untuk Indeks MSCI Frontier Emerging Markets. Tidak akan ada perubahan pada daftar Emerging Markets yang saat ini tercakup dalam Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sebagai hasil dari tinjauan ini," tulis MSCI dalam pernyataannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sendiri merupakan gabungan dari seluruh indeks negara dalam MSCI Frontier Markets Index dan beberapa indeks negara yang dipilih dari MSCI Emerging Markets Index. Negara-negara dalam kategori Emerging Markets yang masuk dalam indeks ini akan ditinjau setiap tahun.
Meski status Indonesia sebagai Emerging Market tidak berubah, MSCI tetap mengeluarkan 10 saham Indonesia dalam pengumuman yang sama. Perubahan ini akan mulai berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Pada Global Standard Indexes, MSCI mengeluarkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sementara itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kasta dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Selanjutnya, pada MSCI Global Small Cap Indexes, terdapat sembilan saham Indonesia yang dikeluarkan. Saham-saham tersebut meliputi PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Intertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Selain itu, MSCI juga mengeluarkan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," tulis MSCI dalam pengumumannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Keputusan MSCI untuk mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih dianggap memiliki karakteristik yang sama dengan negara-negara berkembang lainnya. Namun, pengeluaran sejumlah saham dari indeks global bisa menjadi sinyal bagi investor untuk lebih selektif dalam memilih saham Indonesia. Perubahan ini juga menjadi pengingat bahwa status sebuah negara dalam indeks MSCI tidak bersifat permanen dan bisa berubah setiap tahun tergantung pada evaluasi yang dilakukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait