MSCI Umumkan Rebalancing Indeks 12 Agustus 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta – MSCI, lembaga penyedia indeks saham global, akan mengumumkan hasil rebalancing atau peninjauan indeks pada Agustus 2026. Pengumuman ini dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. Hasilnya mencakup berbagai indeks saham global yang menjadi acuan investor institusi di seluruh dunia.
Dalam pengumuman tersebut, MSCI akan merilis daftar saham yang masuk atau keluar dari indeks sekitar pukul 23.00 waktu Eropa Tengah atau CEST. Semua perubahan dari hasil rebalancing ini akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
"MSCI akan mempublikasikan daftar saham yang ditambahkan dan dihapus dari indeks dalam rangka Peninjauan Indeks Agustus 2026 di situs webnya, www.msci.com, tak lama setelah pukul 23.00 waktu CEST pada tanggal 12 Agustus 2026," tulis pengumuman MSCI, Jumat (7 Agustus 2026).
Peninjauan indeks ini mencakup beberapa kategori. Di antaranya MSCI Global Standard Indexes, MSCI Global Small Cap Indexes, MSCI Micro Cap Indexes, MSCI Global Value and Growth Indexes, MSCI Frontier Markets Indexes, MSCI Frontier Markets Small Cap Indexes, MSCI Frontier Emerging Markets Indexes, MSCI US Equity Indexes, MSCI US REIT Index, MSCI China A Onshore Indexes, dan MSCI China All Shares Indexes.
Sejumlah saham emiten Indonesia masih menjadi konstituen dalam berbagai indeks MSCI. Termasuk di MSCI Global Standard Indexes dan MSCI Global Small Cap Indexes.
Khusus untuk MSCI Global Standard Indexes, ada 11 saham asal Indonesia yang masuk. Di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Selain saham perbankan, konstituen Indonesia lainnya di indeks yang sama adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta PT United Tractors Tbk (UNTR).
Saham Indonesia Dibekukan
Pada pengumuman sebelumnya, MSCI mempertahankan kebijakan membekukan saham Indonesia dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026. Artinya, tidak ada saham Indonesia yang akan ditambahkan ke dalam indeks global MSCI pada peninjauan Agustus ini.
Berdasarkan pengumuman 7 Juli 2026, ada tiga kebijakan yang dipertahankan MSCI terhadap saham-saham Indonesia. Pertama, MSCI mempertahankan untuk membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, MSCI juga tidak akan melakukan penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, MSCI tidak akan melakukan penyesuaian segmen ukuran indeks untuk saham Indonesia, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI juga tetap menghapus saham Indonesia dengan status High Shareholding Concentration (HSC) dalam indeks globalnya. Lembaga tersebut juga akan menggunakan keterbukaan kepemilikan saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float.
"Tidak melakukan penambahan saham ke dalam MSCI Investable Market Indexes," tulis pengumuman MSCI, Selasa (7 Juli 2026).
Saham GOTO Terancam
Berdasarkan pengumuman sebelumnya, MSCI menyoroti likuiditas saham GOTO. Hal ini didasarkan pada harga GOTO yang mentok di level Rp 50 per saham sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.
MSCI memutuskan untuk membekukan saham GOTO pada peninjauan indeks 29 Mei. Selain itu, MSCI juga akan membekukan seluruh perubahan jumlah saham (Number of Shares/NOS), Foreign Inclusion Factor (FIF), Domestic Inclusion Factor (DIF), faktor pembatas, dan penambahan maupun penghapusan saham tersebut dalam indeks MSCI.
Meski begitu, MSCI masih mempertahankan GOTO pada indeks kategori Global Standard hingga peninjauan ulang di Agustus 2026. MSCI juga menyebut akan mencoret GOTO sebagai konstituennya jika gagal memenuhi persyaratan likuiditas.
"MSCI akan melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap likuiditas sekuritas ini, sesuai dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes, sebagai bagian dari Peninjauan Indeks Agustus 2026, dan akan menghapus PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk jika perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan likuiditas yang berlaku pada saat itu," tulis pengumuman MSCI, dikutip Jumat (29 Mei 2026).
Secara keseluruhan, kebijakan MSCI terhadap saham Indonesia menunjukkan sikap hati-hati. Pembekuan penambahan saham baru dan pengawasan ketat terhadap likuiditas GOTO menjadi fokus utama. Investor perlu mencermati pengumuman resmi pada 12 Agustus 2026 untuk mengetahui dampak lebih lanjut pada portofolio mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait