Museum Ibu Marsinah Nganjuk: Gotong Royong Rp3,8 Miliar
Gambar atau konten salah?
Di Nganjuk, seorang arsitek berusia 48 tahun bernama Ir Bagus Budiarto berasal dari Surabaya menyiapkan desain Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Proyek ini diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026.
“Saya mengajukan desain itu dengan revisi sampai empat kali baru final dan dikerjakan,” ungkap Bagus saat ditemui wartawan di Nganjuk pada 22 Mei 2026.
Desain yang diajukan mendapat persetujuan di forum yang dihadiri KSPI, kepolisian, dan Istana Negara. “Setelah desain disetujui, kami mulai mengerjakan museum dan rumah singgah pada 3 Januari 2026,” terang pemilik PT Bangun Mega Perkasa.
Untuk mengerjakan proyek ini, Bagus memimpin 60 orang pekerja. Karena target yang ditentukan cukup singkat, mereka bekerja siang dan malam. “Kami kerja siang dan malam, hingga proyek itu berhasil kami selesaikan pada 28 Maret 2026. Ya sekitar dua bulan lebih atau hampir tiga bulanan,” jelas Alumni Teknik Sipil ITS tersebut.
Tak hanya jadwal, cuaca juga menjadi tantangan. “Cuaca saat itu menjadi tantangan bagi kami. Tapi dengan pengawasan ketat dan kinerja yang disiplin, kami mampu menyelesaikan pembangunan sesuai target,” tegas Bagus.
Bagus menegaskan kebanggaan atas hasil akhir. “Proyek ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami. Karena museum itu didirikan setelah Ibu Marsinah diangkat menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Anggaran proyek mencapai hampir Rp3,8 miliar. “Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” tegas Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Andi Gani menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk penghormatan. “Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Keberhasilan pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah menegaskan bahwa kolaborasi antara arsitek, pekerja, dan komunitas KSPSI dapat menghasilkan fasilitas berwujud penghormatan kepada tokoh perjuangan buruh. Pendirian museum ini, setelah Ibu Marsinah diangkat menjadi Pahlawan Nasional, memperkuat nilai sejarah dan solidaritas sosial di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Beroperasi di Tiga Kabupaten Bali
Bandung Berawan Seharian, Suhu 14-27 Derajat
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu Capai 33 Derajat
Wewaran Hari Ini: Jangan Atapi Rumah, Baik untuk Pekerjaan Api
Jadwal Sholat Bandung 16 Juli 2020
Slaven Bilic Kembali Latih Kroasia
Jadwal Sholat Surabaya 16 Juli 2026 Lengkap
Jadwal Shalat Denpasar 16 Juli 2026 Lengkap Niat
Inggris vs Argentina: Semifinal Piala Dunia 2026
