Warga Rebutan Isi Tumpeng Buceng Porak Ponorogo

Bayu K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Warga Rebutan Isi Tumpeng Buceng Porak Ponorogo

Gambar atau konten salah?

Ribuan orang berkumpul di Kecamatan Kauman, Ponorogo, pada Selasa, 14 Juli 2026. Mereka datang untuk mengikuti tradisi Buceng Porak, bagian dari rangkaian acara Grebeg Tutup Suro. Suasananya ramai. Bahkan sebelum prosesi pemotongan tumpeng selesai, warga sudah berebut mengambil isi buceng.

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menjelaskan bahwa acara tahunan ini bisa berlangsung berkat kerja sama banyak pihak. Pemerintah kecamatan, kelurahan, panitia, Karang Taruna, dan masyarakat semuanya terlibat. "Alhamdulillah ini atas bantuan Pak Camat, seluruh kelurahan se-Kauman, panitia, Karang Taruna, dan masyarakat yang bersama-sama menyukseskan Buceng Porak Grebeg Suro 2026," ujarnya. Ia menambahkan, "Tadi ramai sekali, belum selesai potong tumpeng sudah buyar diperebutkan warga."

Menurut Lisdyarita, tradisi Buceng Porak selalu dinantikan. Warga percaya bahwa hasil bumi yang diperebutkan membawa keberkahan. Sebab, benda-benda itu sudah didoakan terlebih dahulu. "Ini tradisi yang sarat dengan doa-doa. Masyarakat ingin mendapatkan berkah dari hasil bumi tersebut," katanya. Ia juga menceritakan bahwa doa belum selesai dibacakan, tetapi warga sudah mulai berebut. "Mudah-mudahan tetap menjadi berkah bagi semuanya," harapnya.

Buceng Porak digelar setiap tahun saat perayaan Tutup Suro. Tahun ini penyelenggaraannya lebih sederhana karena ada efisiensi anggaran. Meski begitu, antusiasme warga tidak berkurang. "Setiap tahun ada. Sebenarnya kami ingin lebih besar lagi, tetapi karena efisiensi pelaksanaannya seperti ini. Alhamdulillah masyarakat hari ini luar biasa, tumplek blek dan ikut memecah buceng porak," ujar Lisdyarita.

Salah satu warga, Suratin, mengaku selalu mengikuti tradisi ini setiap tahun. Baginya, suasana saling berebut isi buceng adalah bagian dari kemeriahan. "Tiap tahun memang ada acara seperti ini saat Tutup Suro. Namanya Buceng Porak. Memang selalu diporak sampai berdesak-desakan. Itu untuk memeriahkan acara," katanya.

Warga lain, Tono, juga ikut berebut. Ia berharap mendapatkan berkah dan rezeki yang lebih baik. "Biar acaranya ramai. Semoga panjang umur, tambah banyak rezeki, dan mendapat berkah. Itu yang kami harapkan," ujarnya.

Dalam tradisi Buceng Porak, tumpeng dan hasil bumi yang sudah didoakan diperebutkan warga. Ini adalah simbol sedekah bumi dan ungkapan syukur. Warga percaya bahwa siapa pun yang mendapatkannya akan memperoleh berkah. Total ada enam tumpeng hasil bumi yang dibagikan kepada warga pada acara tahun ini.

Tradisi ini menjadi salah satu agenda yang selalu mewarnai Grebeg Tutup Suro di Ponorogo. Warga datang dari berbagai daerah untuk ikut serta. Mereka rela berdesakan demi mendapatkan bagian dari hasil bumi yang diyakini membawa keberuntungan. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Buceng PorakGrebeg Tutup SuroPonorogotradisiberkahhasil bumiantusiasme warga

Komentar

Memuat komentar...