IHSG Berbalik Melemah, 274 Saham Tertekan
Gambar atau konten salah?
Pagi ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak menentu. Sempat dibuka di zona hijau, indeks utama bursa saham Indonesia itu kemudian berbalik arah dan masuk ke wilayah merah.
Data dari RTI pada Selasa, 07 Juli 2026, pukul 9.15 WIB menunjukkan IHSG berada di level 5.898. Angka ini turun 17 poin atau 0,29% dari posisi sebelumnya. Padahal, saat pembukaan, IHSG sempat menguat ke level 5.933.
Selama perdagangan pagi, IHSG bergerak di rentang terendah 5.892 hingga tertinggi 5.943. Total nilai transaksi mencapai Rp 1,28 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 2,70 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 218.174 kali.
Dari total transaksi tersebut, sebanyak 235 saham tercatat menguat. Sementara itu, 274 saham lainnya melemah, dan 201 saham tidak bergerak atau stagnan.
Jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, IHSG masih menunjukkan kinerja yang beragam. Secara bulanan, indeks ini tercatat menguat 10,41%. Namun, dalam tiga bulan terakhir, IHSG justru melemah 17,67%.
Pelemahan yang lebih dalam terjadi dalam enam bulan terakhir, di mana IHSG turun 31,87%. Sepanjang tahun 2026 hingga saat ini, IHSG telah terkoreksi sebesar 31,79%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada penguatan dalam jangka pendek, tekanan jual masih cukup dominan dalam periode yang lebih panjang. Data perdagangan pagi ini juga memperlihatkan lebih banyak saham yang melemah dibandingkan yang menguat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
