TKW di Hong Kong Robohkan Rumah Sendiri Gegara Cemburu

Wahyu T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
TKW di Hong Kong Robohkan Rumah Sendiri Gegara Cemburu

Gambar atau konten salah?

Seorang perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong memutuskan untuk merobohkan rumahnya sendiri. Rumah yang dibangun dari hasil keringatnya selama bertahun-tahun di luar negeri itu kini tinggal puing-puing. Peristiwa ini terjadi di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Konflik rumah tangga menjadi pemicunya. Sang suami diduga menjalin hubungan dengan wanita lain. Perempuan berinisial NK (48) itu pun tak kuasa menahan amarah. Rumah berukuran 9x11 meter yang selama ini ia bangun bersama suaminya, P (35), harus rata dengan tanah.

Pembongkaran dilakukan pada Senin, 06 Juli 2026. Sebuah ekskavator didatangkan untuk meratakan bangunan tersebut. Prosesnya dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan menyita perhatian warga setempat. Banyak warga yang datang menyaksikan dari dekat. Sebagian lainnya mengabadikan momen itu dengan ponsel mereka.

Sebelum alat berat mulai bekerja, sejumlah warga dan pekerja terlebih dahulu mengeluarkan perabot dari dalam rumah. Barang-barang itu kemudian diangkut menggunakan truk yang sudah disiapkan. Setelah rumah benar-benar kosong, ekskavator mulai menghantam bangunan. Suara benturan material terdengar keras. Debu tebal membubung ke udara. Dalam hitungan menit, rumah yang sebelumnya berdiri kokoh berubah menjadi tumpukan puing. Rangka atap, dinding, dan seluruh bagian bangunan hancur.

Kapolsek Kedungadem AKP Suiswanto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pembongkaran rumah ini murni akibat persoalan rumah tangga. Pasangan suami istri itu diketahui menikah pada tahun 2019. "Benar ada pembongkaran rumah dengan menggunakan alat berat di Desa Tlogoagung terkait permasalahan rumah tangga. Keduanya diketahui menikah pada tahun 2019 lalu," ujar Suiswanto saat dikonfirmasi pada hari yang sama.

NK bekerja sebagai pekerja migran Indonesia di Hong Kong sejak awal pernikahan mereka. Selama bekerja di luar negeri, ia rutin mengirimkan uang kepada suaminya. Uang itulah yang digunakan untuk membangun rumah tersebut. Namun, rumah tangga mereka belakangan dilanda masalah. "Awal mula permasalahan bahwa diduga sdr. P telah menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain," beber Suiswanto.

Dugaan perselingkuhan itu memicu keretakan hubungan. Keputusan untuk merobohkan rumah pun diambil. Rumah yang merupakan simbol perjuangan dan jerih payah selama bertahun-tahun harus berakhir menjadi puing-puing. Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga sekitar. Banyak yang menyayangkan, namun tak sedikit pula yang memahami keputusan berat tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik rumah tangga bisa berdampak pada aset berharga yang dibangun bersama. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru menjadi saksi bisu keretakan hubungan. Uang hasil bekerja keras di negeri orang pun berakhir sia-sia.

TKWHong Kongrumahrobohkonflikrumah tanggaperselingkuhan

Komentar

Memuat komentar...