Netizen Sakit Pasca Lebaran: Flu, Batuk, dan Perut Nyeri
Gambar atau konten salah?
Netizen banyak mengeluh sakit setelah Lebaran. Mulai dari batuk pilek hingga nyeri perut, mereka mengekspresikan ketidaknyamanan di media sosial. “Habis lebaran tiba‑tiba radang,” ujar salah satu netizen di unggahan TikTok, dilihat pada 23 Maret 2026.
“Keadaan setelah Lebaran, capek, pusing, sakit perut, dan lain‑lain,” timpal netizen lain. Reaksi ini tidak asing bagi dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdi Haruni.
Menurutnya, banyak orang mendadak mengalami flu dan batuk setelah Lebaran karena tingginya interaksi sosial. “Kalau yang pertama itu, gangguan kesehatan seperti flu atau batuk biasanya terjadi karena orang berkumpul dalam jumlah besar. Ketika ada satu orang yang sakit, penularannya jadi sangat mudah terjadi ke orang lain,” jelas dia kepada wartawan pada 22 Maret 2026.
Selain itu, pola makan yang berubah selama Lebaran juga berperan besar. “Orang biasanya mencoba banyak menu, icip sana‑sini, mampir dari satu rumah ke rumah lain. Sumber makanannya jadi banyak, dan meskipun sebagian besar aman, bisa saja ada satu atau dua makanan yang kebetulan kurang cocok atau kualitasnya menurun,” tambahnya.
Data Kementerian Kesehatan RI menegaskan hal ini. Hingga 23 Maret 2026, tercatat tiga penyakit dengan keluhan terbanyak yakni hipertensi, gastritis, dan cephalgia. Data tersebut didapatkan dari pelayanan kesehatan pada 2.039 orang.
Gastritis adalah peradangan, iritasi, atau pengikisan pada lapisan dinding lambung (mukosa). Kondisi ini menyebabkan nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut kembung. Umumnya dipicu oleh infeksi bakteri H. pylori, penggunaan obat pereda nyeri (OAINS) jangka panjang, gaya hidup tidak sehat (alkohol/merokok), dan stres.
Cephalgia merujuk pada istilah medis untuk sakit kepala atau nyeri yang dirasakan pada bagian kepala, kulit kepala, wajah, hingga leher. Kondisi ini bisa berupa nyeri ringan hingga berat, yang terbagi menjadi tipe primer (seperti migrain atau tegang) maupun sekunder akibat penyakit lain, seringkali disebabkan oleh stres, kelelahan, atau gangguan fisik.
Perubahan pola hidup dan kebiasaan makan selama Lebaran, bersama dengan peningkatan kontak sosial, menjadi faktor utama munculnya gangguan kesehatan. Kemenkes mencatat bahwa hipertensi, gastritis, dan cephalgia menjadi keluhan paling sering dilaporkan, menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan setelah perayaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Berita Terbaru
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
