NU Care & Unilever: Literasi Keuangan & AI bagi 20k Perempuan

Dian P. · 3 min baca · 1 hari lalu · 9 dibaca
Bisik.id
NU Care & Unilever: Literasi Keuangan & AI bagi 20k Perempuan

Gambar atau konten salah?

Program Pendidikan Perempuan Pandai & Berdaya: Literasi Keuangan & Digital AI diluncurkan oleh NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan Unilever Indonesia melalui Unilever Indonesia Foundation pada Februari 2026. Program ini bertujuan mendorong perempuan agar lebih adaptif, mandiri, dan berdaya menghadapi perkembangan zaman.

Program berlangsung secara daring maupun luring di delapan wilayah berbeda: Kabupaten Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, dan Jombang di Jawa Timur, serta Lampung Utara, Lampung Selatan, Metro, dan Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung. Kegiatan berakhir pada 24 Mei 2026.

Menurut Sekretaris LAZISNU PBNU, Moesafa, perempuan berperan penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. “Perempuan hari ini memiliki peran yang sangat besar, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan literasi digital serta literasi keuangan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” ujar Moesafa saat sambutan di Pondok Pesantren Bahrul Ulun Jombang, Minggu (24 Mei 2026).

Moesafa menjelaskan bahwa kolaborasi antara NU Care-LAZISNU dan Yayasan Unilever Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan penguatan kapasitas perempuan, terutama di lingkungan pesantren dan komunitas akar rumput.

Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU PBNU, Anik Rifqoh, menambahkan bahwa program Perempuan PandAI & Berdaya merupakan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan inklusif yang mampu menjangkau perempuan dari berbagai latar belakang. “Program Perempuan PandAI dan Berdaya telah berjalan sejak Februari 2026, menyasar sekitar 20 ribu perempuan di berbagai daerah Indonesia, dengan rentang usia 12 hingga 45 tahun. Kegiatan literasi dilakukan secara daring maupun tatap muka. Untuk peserta daring tercatat mencapai 15.172 orang, sementara literasi offline diikuti 4.002 peserta,” jelasnya.

Dalam program ini, Anik mengatakan pihaknya menggandeng para trainer yang merupakan alumni pelatihan sebelumnya. Selain itu, NU Care-LAZISNU juga melibatkan master trainer berpengalaman untuk memastikan materi dapat dipahami dan diterapkan secara efektif oleh peserta.

Melalui Program Perempuan PandAI & Berdaya, NU Care-LAZISNU berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan mengelola keuangan dengan baik. Dengan bekal tersebut, perempuan diharapkan dapat menjadi lebih mandiri dan berdaya, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan keluarga serta masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang terus berkembang.

Di sisi lain, Director of Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, menyampaikan program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi ekonomi dan digital bagi perempuan Indonesia. “Kami Unilever Indonesia berusaha untuk selalu berkomitmen penuh mendampingi perempuan Indonesia agar berdaya, mandiri, dan mampu beradaptasi di era digital melalui kolaborasi bersama NU Care-LAZISNU dalam Program Perempuan PandAI & Berdaya. Kami percaya, ketika seorang perempuan berdaya seperti menguasai manajemen finansial & teknologi AI secara bijak, dampak positifnya tidak hanya akan dirasakan oleh dirinya sendiri, melainkan juga akan membawa dampak yang baik bagi kesejahteraan keluarga dan komunitas di sekitarnya,” ungkapnya.

Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat, lebih dari 4.000 perempuan dari berbagai latar belakang ikut berpartisipasi, mulai dari pelajar, santri putri, mahasiswi, guru, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga.

Salah satu peserta, Siti Mutaibah (42) asal Sidoarjo, mengaku memperoleh banyak manfaat dari materi yang diberikan, khususnya terkait pemanfaatan AI dalam aktivitas sehari-hari. “AI ini sangat mempermudah kami, di antaranya dalam membuat banner, flyer, maupun kebutuhan lainnya, apalagi sekarang adalah zamannya media sosial,” ucap Siti.

Siti menilai materi literasi keuangan memberikan pemahaman penting bagi perempuan dalam mengatur dan mengelola keuangan keluarga secara bijak. “Seorang perempuan harus mampu mengatur uang, menyimpan uang, dan mengelola keuangan dengan baik. Kami sangat berterima kasih atas materi yang telah diberikan,” katanya.

Senada, peserta lainnya, siswa SMA Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, Diah Ageng Lisnani merasa senang dapat mengikuti pelatihan tersebut secara gratis. “Terima kasih NU Care-LAZISNU dan Unilever sudah kasih ilmu ini gratis, seru dan bermanfaat,” pungkasnya.

Program ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberi ruang bagi perempuan untuk menerapkan teknologi dan literasi keuangan dalam kehidupan sehari‑hari. Dengan dukungan pelatihan, banyak peserta melaporkan peningkatan kemampuan membuat konten digital dan mengelola keuangan pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan perusahaan dapat menghasilkan dampak positif bagi pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Pemberdayaan PerempuanLiterasi KeuanganLiterasi DigitalKecerdasan BuatanNU Care-LAZISNUUnilever Indonesia FoundationProgram Pendidikan

Komentar

Memuat komentar...