Nyak Sandang, Pionir Pesawat RI, Meninggal Usia 100 Tahun

Dewi M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Nyak Sandang, Pionir Pesawat RI, Meninggal Usia 100 Tahun

Gambar atau konten salah?

Pada siang 7 April 2026, keluarga Nyak Sandang di Aceh Jaya menerima kabar duka. Kakek yang berusia 100 tahun, penyumbang pembelian pesawat RI pertama, Seulawah RI‑001, meninggal dunia di rumahnya pada pukul 12.00.

“Kakek meninggal jam 12 tadi di rumah,” kata Cucu Nyak Sandang, Ataillah.

Nyak Sandang dikenal sering menghabiskan waktu di rumah karena usia dan beberapa kali dirawat di rumah sakit. Ia pernah berkunjung ke fasilitas medis ketika kesehatan menurun.

Kakek akan dikebumikan di kampung halamannya, Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Saat ini proses fardhu kifayah sedang berlangsung.

Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan Bintang Jasa Utama kepada Nyak Sandang. Pada saat itu, kakek berusia 98 tahun dan hadir menggunakan kursi roda, dibantu keluarga.

Penghargaan tersebut diberikan karena kontribusi besar Nyak Sandang dalam perjuangan kemerdekaan dan kemandirian transportasi udara nasional. Ia mengaku menyumbangkan 1 petak sawah seharga Rp 100 pada tahun 1950 untuk membeli Seulawah RI‑001, cikal bakal Garuda Indonesia.

Selain menyumbang, Nyak Sandang juga berjuang melawan penjajah. Ia bertugas sebagai pasukan pengintai dan memimpin kelompok. Ketika kapal Belanda muncul, ia segera memberi tahu pasukan lain di Puncak Gureutee di Aceh Jaya.

Kakek Nyak Sandang meninggalkan warisan sejarah transportasi dan perjuangan kemerdekaan. Kematian ini menandai akhir hidup seorang tokoh yang pernah membantu mewujudkan pesawat nasional dan melindungi tanah air.

Nyak SandangSeulawah RI‑001Aceh JayaBintang Jasa Utamaperjuangan kemerdekaanGaruda Indonesiatransportasi udara nasionalkakek berusia 100 tahun

Komentar

Memuat komentar...