Raffi Ahmad Donasi 3 Ambulans ke PMI Jawa Barat Darurat
Gambar atau konten salah?
Di kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail tersenyum lebar saat menerima serangkaian ambulans dari Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina. Acara berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, di mana tiga unit ambulans diserahkan secara simbolis kepada PMI Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
Prio, perwakilan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menjelaskan alasan di balik keputusan impulsif tersebut. Ia berkata, “Ya ini spontan, jadi waktu itu A Raffi sedang kunker ke daerah di Bandung Barat. Melihat kondisi daerahnya, akhirnya muncul keinginan memberikan bantuan ambulans. Selain ke KBB, juga ke Cimahi dan Jawa Barat,”
Prio menambahkan bahwa bantuan ambulans yang sudah dikustom diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menyatakan, “Kami berharap juga bisa ada pihak lain yang ikut berkontribusi, berkolaborasi dengan kami karena kami sangat terbuka terhadap kerja sama seperti ini. Apalagi tujuannya adalah meningkatkan pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”
Di sisi lain, Jeje Ritchie Ismail mengapresiasi kontribusi tersebut. Ia berseru, “Tentunya kami sangat berterima kasih, karena dengan bantuan ini pemerintah bisa meningkatkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat,”
Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Ruhanda, menyoroti masih adanya 27 kota dan kabupaten yang belum memiliki ambulans ideal. Ia menegaskan, “Bantuan ambulans yang sudah dikustom ini sangat bermanfaat bagi PMI dalam melakukan pelayanan.”
Ruhanda juga menjelaskan kondisi operasional ambulans di wilayah tersebut: “Jika hanya mengandalkan satu ambulans, tentu cukup berat karena kebutuhan pelayanan sangat besar. Kami melayani masyarakat selama 24 jam,”
PMI saat ini melayani 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, namun banyak di antaranya masih kekurangan kendaraan medis. Beberapa ambulans bahkan sudah tidak layak operasional, menambah beban bagi tim yang harus menanggapi panggilan darurat.
Dengan tiga unit baru ini, diharapkan distribusi layanan kesehatan dapat lebih merata, dan sistem darurat medis dapat merespons lebih cepat di daerah yang sebelumnya terbatas. Bantuan ini juga membuka peluang bagi pihak lain untuk berkolaborasi, menambah kapasitas layanan publik, dan memperkuat jaringan bantuan kesehatan di Jawa Barat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
