OKU Bangun Pabrik Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
OKU Bangun Pabrik Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berencana membangun sistem pengelolaan sampah modern. Sistem ini menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Sampah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang punya nilai ekonomi.

Rencana ini dikerjakan bersama PT Asiana dan PT Semen Baturaja. Ketiga pihak sudah menggelar rapat di Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU. Dalam pertemuan itu, mereka menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen untuk merealisasikan pembangunan fasilitas RDF.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan, pembangunan RDF bukanlah gagasan baru. Pemerintah Kabupaten OKU dan PT Semen Baturaja sudah melakukan studi lapangan ke fasilitas RDF di Cilacap dan Gresik. Kunjungan itu menjadi referensi untuk penerapan teknologi serupa di OKU.

"Kami ingin ke depan memiliki fasilitas pengelolaan sampah RDF. Pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi berkah karena dapat diolah menjadi bahan bakar dengan nilai ekonomi yang tinggi," kata Teddy kepada wartawan pada Selasa, 07 Agustus 2026.

Menurut Teddy, keberadaan RDF tidak hanya menyelesaikan masalah sampah. Fasilitas ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi sirkular. Selain itu, bisa meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru.

Terkait pasokan bahan baku, Teddy memastikan kebutuhan sampah untuk operasional fasilitas tidak akan menjadi masalah. Selain dari Kabupaten OKU, pihaknya sudah menjajaki kerja sama dengan sejumlah daerah di sekitarnya.

"Harapan kami sederhana, OKU menjadi daerah yang lebih bersih, nyaman, dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah ini," ungkapnya.

Perwakilan PT Asiana, Ferdinan, menegaskan kesiapan perusahaannya untuk menanamkan investasi penuh dalam pembangunan fasilitas RDF di Kabupaten OKU. Menurutnya, saat ini proses tinggal menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan kerja sama.

"Kami siap melakukan investasi murni. Tinggal menunggu proses MoU agar kerja sama ini dapat segera berjalan," katanya.

Ferdinan menambahkan, PT Asiana sudah berpengalaman membangun dan mengelola fasilitas RDF di sejumlah daerah di Indonesia. Karena itu, perusahaan optimistis proyek serupa di OKU bisa segera direalisasikan.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, RDF menjadi salah satu sumber energi alternatif yang sangat dibutuhkan industri semen. Teknologi ini mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

"Ini merupakan hal yang sudah lama kami nantikan. Harapan kami ini bukan sekadar wacana, tapi nyata. PT Semen Baturaja tetap berkomitmen mendukung realisasi pembangunan RDF di Kabupaten OKU," tegasnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan dunia industri ini diharapkan bisa segera mewujudkan fasilitas RDF di Kabupaten OKU. Proyek ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Fasilitas ini juga diharapkan mampu menghasilkan energi alternatif sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Proyek RDF di OKU merupakan bagian dari upaya mengubah sampah dari masalah menjadi sumber daya. Dengan teknologi ini, sampah yang biasanya hanya menumpuk di TPA bisa diolah menjadi bahan bakar yang bernilai jual. Ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah dari satu proses menjadi bahan baku untuk proses lainnya. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak dan pasokan sampah yang stabil dari OKU dan daerah sekitarnya.

RDFsampahbahan bakar alternatifekonomi sirkularOKUPT Semen Baturajainvestasi

Komentar

Memuat komentar...