139 Hektare Lahan Terbakar, 8 Kabupaten di Jambi Siaga Karhutla
Gambar atau konten salah?
Musim kemarau di Jambi semakin kuat. Ancaman kebakaran hutan dan lahan pun ikut membesar. Data terbaru menunjukkan, hingga 6 Juli 2026, luas area yang terbakar sudah mencapai 139,21 hektare. Delapan kabupaten sudah menetapkan status siaga. Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang diperkirakan masih akan bertambah.
Andre Eko Rinjani, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, menyebut situasi ini serius. Musim kemarau diprediksi masih panjang. Risiko munculnya titik api di daerah rawan pun meningkat. "Hingga 6 Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 139,21 hektare. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena musim kemarau masih berlangsung sehingga potensi karhutla masih cukup tinggi," kata Andre pada Selasa, 7 Juli 2026.
Delapan daerah yang sudah siaga adalah Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo. Status siaga ini, menurut Andre, mempercepat mobilisasi personel dan peralatan. Koordinasi lintas instansi dalam penanganan kebakaran juga jadi lebih cepat.
Pemerintah daerah saat ini lebih mengutamakan pencegahan. Tujuannya agar kebakaran tidak meluas. Salah satu langkahnya adalah membentuk 81 Pos Komando Terpadu. Pos-pos ini ditempatkan di delapan kabupaten yang rawan karhutla.
"Personel di setiap posko tidak hanya bersiaga menghadapi kebakaran, tetapi juga melakukan patroli rutin, memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memetakan wilayah rawan, mengecek ketersediaan sumber air hingga melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api," ujar Andre.
BPBD Provinsi Jambi juga menyiapkan dukungan udara. Saat ini tersedia satu unit pesawat operasi udara PK-ALA, satu helikopter patroli PK-ELS, dan tiga helikopter water bombing. Satu helikopter sudah disiagakan di Jambi. Dua unit lainnya masih di Pondok Cabe dan siap dikerahkan jika kebakaran meluas.
Menurut Andre, armada udara penting untuk mempercepat penanganan kebakaran. Terutama di wilayah yang sulit dijangkau lewat darat. "Sebagai langkah antisipasi, kami telah menempatkan 81 Posko Terpadu di wilayah rawan karhutla. Personel bertugas melakukan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah rawan, pengecekan sumber air hingga penanganan awal jika ditemukan titik api," jelasnya.
Kebakaran hutan dan lahan di Jambi bukan persoalan baru. Setiap musim kemarau, ancaman ini selalu muncul. Dengan luas lahan terbakar yang sudah mencapai 139,21 hektare dan delapan kabupaten dalam status siaga, tekanan terhadap upaya pencegahan dan pemadaman semakin besar. Ketersediaan armada udara dan posko terpadu menjadi andalan utama. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada koordinasi di lapangan dan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Petugas Kebersihan Temukan 19 Butir Amunisi Aktif di Ogan Ilir
Ombudsman Temukan Pelanggaran SPMB di Bandar Lampung
Pria Bawa Bendera dan Gunting Nekat Masuk Polda Sumsel, Ngaku Mau Pinjam Helikopter
Sayembara Rp50 Juta Tangkap Tapir Dibatalkan
Kebakaran 2 Hektare Landa Muara Enim, Titik Api Baru Muncul
Warga Lampung Timur Tutup Jalan Berlubang Pakai Cangkang Kerang
Berita Terbaru
139 Hektare Lahan Terbakar, 8 Kabupaten di Jambi Siaga Karhutla
Masjid Istiqlal Kumpulkan 35 Ton Sampah Lewat Program Ramah Lingkungan
Ketua Komisi III DPRD Denpasar Mundur
Pemilahan Sampah di Bali Capai 70 Persen
Polres Gowa Resmi Naik Status Jadi Polresta
Bandara Husein Siap Layani Singapura-Malaysia
Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia
MPLS 2026 Fokus pada 7 Kebiasaan & Keadaban Digital
Penuaan Biologis Cepat Picu Kanker pada Gen Z