Palembang Persiapkan Sensus Ekonomi 2026 via Ngisi Bareng
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Palembang sedang menyiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan secara nasional pada 15 Juni 2026. Persiapan ini melibatkan perangkat daerah dan pelaku usaha di seluruh kota untuk memastikan data ekonomi terkumpul secara akurat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Palembang, Isnaini Madani, menegaskan bahwa dukungan lintas sektor menjadi kunci kelancaran pendataan. “Tadi rapat tentang rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi, atau kita singkat SE 2026. Jadi SE 2026 ini kan sudah di depan mata, di ambang pintu. Jadi tanggal 15 itu akan dimulai secara nasional serentak,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.
Isnaini menegaskan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang, termasuk seluruh organisasi perangkat daerah. “Jadi dari BPS minta kita semua jajaran kita Pemerintah Kota untuk mendukung. Misalkan dari Dinas Pendidikan untuk seluruh sekolah, segala macam untuk mendukung. Kemudian dari Dinas Kesehatan, untuk seluruh Puskesmas, rumah sakit, segala macam, itu mendukung,” ungkapnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, sektor perdagangan, koperasi, hingga pariwisata juga diminta ikut berpartisipasi. “Dari seluruh pasar, ya, baik swasta maupun milik pemerintah, itu harus mendukung. Kemudian dari Dinas Koperasi UKM, untuk menggerakkan seluruh UMKM untuk mendukung terlaksananya SE ini. Begitu juga dari yang lain-lain, dari pariwisata juga sama, dari HPI, Asita, seluruhnya,” kata Isnaini.
Dalam pelaksanaannya, Isnaini menjelaskan adanya metode “Ngisi Bareng” atau Ngibar untuk mempercepat pengumpulan data responden. “Nanti ada juga yang kita lakukan namanya ngisi barengkita singkat Ngibar. Nah, ngisi bareng ini nanti didahului atau kita kemas dalam bentuk acara,” jelasnya.
Program tersebut direncanakan melibatkan perangkat daerah secara daring maupun luring agar pendataan dapat dilakukan secara massal dan lebih efisien. “Kalau bisa Pak Wali hadir di situ. Pas Ngibar ini juga kalau bisa Zoom Kepala Dinas Pendidikan hadir, Zoom dengan seluruh kepala sekolah atau guru. Paling tidak itu nanti ribu responden itu sudah ngisi pas Ngibar itu,” tambahnya.
Menurut Isnaini, dengan metode tersebut, pemerintah berharap beban petugas sensus di lapangan dapat berkurang, karena sebagian data sudah diisi secara kolektif oleh responden. “Nah, kalau memang sudah ngisi pas Ngibar tadi, tidak perlu lagi petugas jemput bola ke rumah-rumah. Jadi ini paling tidak akan membantu petugas, meringankan beban mereka,” pungkasnya.
SE 2026 diharapkan menjadi instrumen penting dalam pemetaan kondisi ekonomi daerah, termasuk di Kota Palembang, guna mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi ke depan.
Dengan melibatkan semua sektor dan memanfaatkan metode kolaboratif seperti Ngisi Bareng, pemerintah kota berupaya mempermudah proses pendataan dan mengurangi ketergantungan pada petugas lapangan. Langkah ini menunjukkan komitmen kota untuk meningkatkan akurasi data ekonomi yang akan memandu kebijakan publik di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Gubernur Jambi Dorong Mahasiswa UNJA Menangani Karhutla
Bengkulu Transparansi SPMB 2026/27, Atasi Lupa Password
Polda Sumsel Luncurkan Latihan Senpi Musi 2026 Penegakan
Harga Emas Antam di Palembang Turun Rp 24.000, Ketiga Kali
Polda Sumsel Musnahkan 20.088 Botol Miras Oplosan di Palembang
Berita Terbaru
XLSmart Luncurkan AI ESTA Eco & Vision di Bravo 500 Summit
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
