Palembang Target Naikkan Pertumbuhan Ekonomi lewat CFD & CFN
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Palembang mengumumkan proyeksi laju pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan II (1 April 2026 – 30 Juni 2026) akan melonjak lebih tinggi. Keberadaan ruang publik baru diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan omzet pelaku UMKM.
Rencana tersebut berlandaskan pada pelaksanaan dua agenda mingguan andalan: Car Free Day (CFD) di Jembatan Ampera dan Car Free Night (CFN) di sejumlah titik strategis Kota Palembang. Kedua program ini dirancang untuk menambah aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan tersebut.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Palembang, Isnaini Madani, menegaskan bahwa sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum (kuliner) sejauh ini dalam Triwulan memang memegang peranan paling vital dan mendominasi roda perekonomian di Bumi Sriwijaya.
“Yang paling mendominasi itu dari akomodasi dan makan minum. Kemudian disusul jasa pendidikan, kemudian informasi dan komunikasi, kemudian sektor real estate. Seperti itu,” tegas Isnaini.
Isnaini menyebut bahwa pada Triwulan I ekonomi Palembang sudah tumbuh positif di angka 5,91 %, meski kedua program CFD‑CFN itu belum resmi bergulir secara eksis. Ia yakin dengan adanya kedua program di Triwulan II angka pertumbuhan ekonomi akan meningkat.
“Angka pertumbuhan ekonomi Kota Palembang signifikan meningkat di triwulan pertama di tahun 2026 ini menjadi 5,91 %, ya, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya di angka 5,14 %. Kalau melihat dari itu, triwulan pertama sih belum ada CFD‑CFN. Nah, triwulan kedua kita yakin bisa naik lagi,” ujar Isnaini kepada detikSumbagsel, Senin (08 Juni 2026).
Isnaini meyakini, masifnya perputaran uang dari sektor kuliner, akomodasi, dan aktivitas rekreasi warga di area CFD dan CFN sepanjang April hingga Juni ini akan tercatat sebagai penyumbang pertumbuhan yang besar pada rilis BPS berikutnya.
“Nah, dengan adanya Car Free Day, Car Free Night ini kan di triwulan kedua ya, bulan April, Mei, Juni ini, kita harapkan bisa signifikan mendongkrak pertumbuhan laju ekonomi Kota Palembang. Seperti itu,” ungkapnya.
Melalui integrasi program CFD dan CFN, Pemkot Palembang berkomitmen untuk terus memperluas pasar bagi produk‑produk lokal sehingga fondasi ekonomi masyarakat di akar rumput semakin kuat dan stabil menghadapi tantangan global.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program Magang Hub Bersertifikat dari Kemnaker.
Dengan peluncuran CFD dan CFN, Palembang menargetkan peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor kuliner dan akomodasi, yang diharapkan dapat menambah arus kas lokal dan memperkuat daya saing kota di tingkat nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Gubernur Jambi Dorong Mahasiswa UNJA Menangani Karhutla
Bengkulu Transparansi SPMB 2026/27, Atasi Lupa Password
Polda Sumsel Luncurkan Latihan Senpi Musi 2026 Penegakan
Harga Emas Antam di Palembang Turun Rp 24.000, Ketiga Kali
Polda Sumsel Musnahkan 20.088 Botol Miras Oplosan di Palembang
Berita Terbaru
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
