PB PABSI Dukung Arahan Prabowo Perkuat Pembinaan

Guntur P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
PB PABSI Dukung Arahan Prabowo Perkuat Pembinaan

Gambar atau konten salah?

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Rosan Perkasa Roeslani, memberikan tanggapan positif terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut menyangkut penguatan pembinaan olahraga nasional. Rosan melihat ini sebagai langkah yang sejalan dengan apa yang selama ini diperjuangkan federasi olahraga di Indonesia.

Menurut Rosan, inisiatif untuk memperkuat sistem pembinaan ini sebenarnya sudah lama digagas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Gagasan utamanya adalah membangun pelatnas jangka panjang dengan skema anggaran multiyears. Rosan menekankan bahwa prestasi di tingkat internasional tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan. Tanpa itu semua, mustahil bagi Indonesia untuk bersaing di panggung dunia.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ditambah pembinaan yang berkelanjutan, serta kerja sama semua pihak yang terlibat, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan prestasi olahraganya. Targetnya adalah melahirkan lebih banyak juara dunia di masa mendatang. Rosan menyampaikan pernyataan ini dalam keterangan resminya pada Selasa, 23 Juni 2026.

"PB PABSI menegaskan kesiapan untuk mendukung agenda besar pemerintah dalam membangun sistem pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan, kompetitif, dan mampu mencetak generasi atlet masa depan yang membanggakan bangsa," ujar Rosan.

Bagi cabang olahraga angkat besi, kebijakan ini bukanlah hal baru. Sistem pelatnas jangka panjang yang berkesinambungan sudah dijalankan PB PABSI sejak tahun 2015. Sistem ini menggunakan model pelatnas terpusat. Artinya, atlet tidak dipulangkan setelah masa pelatihan tertentu. Mereka terus dibina secara berkelanjutan.

Sistem pembinaan ini mencakup semua level atlet. Mulai dari level youth, junior, hingga senior. Semuanya mendapatkan perhatian yang sama. Rosan menjelaskan, "Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan."

Ia menambahkan, "Sejak usia 14-15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif. Pendekatan ini meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science secara berkelanjutan."

Pendekatan ini sudah menunjukkan hasil nyata. Beberapa capaian internasional yang diraih antara lain medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, serta prestasi di Asian Games. Rosan menekankan bahwa prestasi-prestasi ini sebelumnya belum pernah diraih Indonesia di cabang angkat besi.

Selain itu, PB PABSI juga mendukung gagasan pengembangan Akademi Olahraga. Akademi ini diharapkan bisa memperluas pembinaan atlet sejak tingkat sekolah dasar. Menurut Rosan, semakin dini potensi atlet ditemukan dan dibina, semakin besar peluang Indonesia untuk melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

"Negara-negara kuat dalam olahraga memulai pembinaan sejak usia dini. Indonesia memiliki talenta yang luar biasa. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang tepat, berkelanjutan, dan terukur sejak awal," ujarnya.

Perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan olahraga disabilitas juga dinilai sebagai langkah penting. Langkah ini dinilai bisa membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif dan berkeadilan. "PB PABSI meyakini bahwa setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik, harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional," pungkas Rosan.

Singkatnya, arahan Presiden ini menjadi angin segar bagi federasi olahraga. Mereka selama ini berjuang dengan sistem pembinaan yang seringkali terputus-putus karena masalah pendanaan. Kini, dengan skema multiyears, ada kepastian program yang bisa dijalankan dalam jangka panjang. Ini adalah kunci untuk mencetak atlet-atlet berkelas dunia.

pembinaan olahragapelatnas jangka panjanganggran multiyearsprestasi internasionalatlet angkat besijuara duniaolimpiade

Komentar

Memuat komentar...