Lenovo hadirkan Football AI Pro untuk Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menampilkan 48 negara dalam 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Lenovo, yang menjadi Official Technology Partner, menyiapkan rangkaian inovasi teknologi khusus untuk turnamen tersebut. Salah satu produk utamanya adalah Football AI Pro, asisten analisis berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan bersama FIFA.
Dilaporkan pada Jumat, 19 Juni 2026, Football AI Pro akan menyediakan analitik data dan laporan performa bagi pelatih, pemain, dan analis setiap tim yang berpartisipasi. Sistem ini dibangun di AI Factory Lenovo dan memanfaatkan agen‑agen AI untuk mengekstrak jutaan poin data serta menganalisis lebih dari 2.000 metrik.
Hasilnya memungkinkan analis membandingkan pola taktik melalui klip video dan avatar 3D, sementara pelatih dapat merancang strategi melawan lawan berikutnya. Para pemain juga menerima analisis pertandingan yang disesuaikan secara pribadi. Data yang diolah mencakup daftar pemain, pelacakan performa, ringkasan pertandingan, dan tren historis, dengan total ukuran mencapai petabyte.
Keunggulan lain dari Football AI Pro adalah akses data yang setara bagi semua tim. Tidak hanya federasi timnas besar, tim debutan seperti Curacao dan Cabo Verde juga dapat memanfaatkan informasi ini.
“President FIFA mengatakan ini adalah demokratisasi akses untuk analitik sepakbola.”
Dengan teknologi ini, Piala Dunia 2026 menegaskan komitmen untuk menyediakan alat analisis yang canggih bagi semua peserta, menjembatani kesenjangan antara tim besar dan tim yang baru pertama kali tampil di panggung dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
