Pemadaman Listrik di Jateng Ancam Peternak Ayam

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemadaman Listrik di Jateng Ancam Peternak Ayam

Gambar atau konten salah?

Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di berbagai wilayah Jawa Tengah mulai menimbulkan keluhan serius. Dampaknya terasa langsung pada sektor peternakan, khususnya peternak ayam pedaging.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Susilo, menjelaskan bahwa pemadaman listrik sangat mempengaruhi peternakan ayam pedaging. Ini terutama krusial pada masa brooding, yaitu periode pemeliharaan anak ayam yang berusia 1 hingga 14 hari. "Kalau listrik padam saat malam hari, ayam akan bergerombol dan menumpuk di kandang karena gelap. Akibatnya banyak yang mati. Dalam peternakan itu disebut deplesi," kata Susilo saat dihubungi pada Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Susilo, peternak skala besar biasanya sudah memiliki genset untuk mengantisipasi pemadaman. Namun, peternak kecil banyak yang belum punya fasilitas itu karena keterbatasan modal. "Kalau yang tidak punya genset dan mati lampunya cukup lama, kematian ayam bisa sampai 50 persen," ujarnya.

Ia merinci soal kerugian. Harga DOC (day old chick) atau anak ayam saat ini sekitar Rp 6 ribu per ekor. Dengan kapasitas kandang yang bisa menampung 5 hingga 10 ribu ekor, kerugian yang ditanggung peternak bisa sangat besar jika terjadi kematian massal. "Kalau mati 1.000 ekor saja sudah (rugi) Rp 6 juta. Padahal kapasitas kandang rata-rata 5-10 ribu ekor. Kalau 50 persen satu kandang 10 ribu ya berarti Rp 30 juta," jelasnya.

Kekhawatiran utama para peternak adalah black out atau pemadaman total di malam hari. "Khawatirnya black out, akhirnya pada mengantisipasi, pakai genset. Harganya kalau untuk kandang sekitar Rp 15 jutaan, mahal. Kalau mati siang nggak begitu masalah, masalah kalau malam," lanjut Susilo.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN UID Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana, angkat bicara soal penyebab pemadaman. Ia mengatakan ada kendala teknis operasional pada pembangkit, sehingga terjadi penurunan kapasitas suplai listrik. "Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Jawa Tengah serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," kata Prayudha.

PLN, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Tujuannya memastikan proses penanganan berjalan optimal dan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

Pemadaman ini bukan sekadar gangguan ringan. Bagi peternak kecil, setiap jam tanpa listrik di malam hari bisa berarti puluhan juta rupiah lenyap dalam sekejap. Ayam yang mati karena bergerombol di kegelapan tidak bisa dijual, dan modal untuk DOC serta pakan pun hilang begitu saja. Situasi ini memperlihatkan betapa rentannya usaha kecil terhadap infrastruktur yang belum sepenuhnya andal.

pemadaman listrikpeternak ayam pedagingdeplesibroodingDOCgensetblack out

Komentar

Memuat komentar...