Pemula Maraton Rentan Rhabdomyolysis, Dokter: Pemanasan Bertahap Kunci Utama
Gambar atau konten salah?
Olahraga memang punya segudang manfaat untuk kesehatan. Tapi, kalau dilakukan secara berlebihan dan tanpa persiapan yang matang, risikonya bisa serius. Salah satu risiko yang kini banyak dibicarakan adalah rhabdomyolysis. Ini adalah kondisi medis serius yang terjadi saat jaringan otot rusak parah, dan bisa berujung pada gagal ginjal.
Pelari pemula, terutama yang baru terjun ke olahraga ekstrem seperti maraton atau hyrox, disebut lebih rentan mengalami masalah ini. Dokter spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, menjelaskan bahwa banyak pemula tidak mempersiapkan tubuh mereka dengan benar sebelum mulai beraktivitas.
"Salah satu penyebabnya sebenarnya adalah kalau pemanasannya itu tidak gradual," kata dr Tunggul saat dihubungi pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ia menambahkan, "Atau mungkin dia merasa bahwa sudah biasa, dia langsung tancap begitu. Jadi bisa dihindari dengan pemanasan yang gradual sebenarnya pada awalnya. Tapi memang itu (rhabdo) terutama pada pemula."
Artinya, pemanasan yang bertahap sangat penting. Tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan beban latihan. Kalau langsung memacu diri tanpa pemanasan yang cukup, risiko cedera otot dan rhabdomyolysis meningkat drastis.
Namun, bukan berarti atlet profesional aman dari risiko ini. Menurut dr Tunggul, baik pemula maupun atlet elit sama-sama berisiko jika tidak mempersiapkan tubuh dengan baik sebelum bertanding. "Kemarin itu ada, sudah pelari marathon yang sudah berpengalaman sampai 42K, tetapi tetap saja bisa terjadi. Tetapi memang dasarnya ya itu, sangat eksesif, sangat berat, mendadak," katanya.
Jadi, kuncinya bukan pada status pemula atau profesional, melainkan pada seberapa siap tubuh menghadapi aktivitas. Olahraga yang terlalu berat, terlalu mendadak, dan tanpa persiapan adalah pemicu utama.
Faktor lain yang memicu rhabdomyolysis adalah dehidrasi. Kurangnya cairan yang masuk saat berolahraga bisa memperburuk keadaan. "Salah satu faktor (kekurangan cairan) tapi bukan itu utamanya. Tapi kalau itu dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa menjadi acute kidney injury. Jadi gangguan gagal ginjal akut, jadi bisa memperberat, bisa mencetuskan," jelas dr Tunggul.
Cuaca panas ekstrem juga ikut berperan. Suhu tinggi membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika seseorang memaksakan diri di kondisi seperti itu, risiko rhabdomyolysis dan gagal ginjal akut semakin besar.
Intinya, olahraga itu baik, tapi harus dilakukan dengan bijak. Persiapan yang matang, pemanasan bertahap, dan menjaga hidrasi adalah kunci utama untuk menghindari risiko serius seperti rhabdomyolysis. Baik pemula maupun atlet berpengalaman, semuanya perlu waspada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?
Gagal Ginjal Akut Mengintai Pelari Marathon
Marathon Tanpa Persiapan, Rhabdomyolysis Ancam Ginjal
Piala Dunia 2026: Ancaman Kesehatan Paru di Balik Kemeriahan
30 Menit Jalan Kaki Sehari Tingkatkan Jantung dan Mood
Piala Dunia 2026 Tambah Hidrasi 3 Menit Setiap Babak
Berita Terbaru
Turis AS di Bali Beri Rp150 Ribu ke Pencopet Disabilitas
Aturan Baru FIFA: Tutup Mulut Saat Bicara, Kartu Merah Langsung
Warga Indonesia raih penghargaan Türkiye Alumni Awards 2026
Polres Bangka Barat mulai bangun dua rumah korban kebakaran
Jasad Pria di Sungai Ayung Teridentifikasi, Korban Asal Banyuwangi
Keluarga Korban Kekerasan di Malaysia Kembali Ditipu Rp2,8 Juta
Hasil SPMB Jateng 2026 Diumumkan, Daftar Ulang Wajib Datang ke Sekolah
