Pemerintah Bangun Tiga Pabrik Tepung Telur dan Daging

Lina F. · 2 min baca · 2 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Bangun Tiga Pabrik Tepung Telur dan Daging

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia punya rencana baru. Tiga pabrik akan dibangun. Fungsinya untuk memproduksi tepung telur dan tepung daging. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengumumkan hal ini. Menurutnya, ini adalah langkah jangka panjang. Tujuannya memperkuat industri peternakan di dalam negeri.

Pembangunan fasilitas ini diharapkan bisa menciptakan rantai produksi yang lebih terpadu. Pemerintah ingin semuanya berjalan berkesinambungan. Mulai dari ketersediaan bahan pakan. Lalu kegiatan produksi di tingkat petani dan peternak. Sampai pada pengolahan dan penyerapan hasil ternak. Tidak ada yang terputus.

"Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun," ujar Amran pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Mentan menegaskan, pembangunan industri pengolahan ini adalah langkah mendasar. Agar masalah pemasaran hasil peternakan tidak terus berulang. Menurutnya, pemerintah harus menghadirkan solusi jangka panjang. Solusi yang mampu menyerap kelebihan produksi. Sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar produk segar.

"Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang," tegasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan tiga pabrik itu akan segera ditindaklanjuti. Caranya dengan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pemerintah memperkirakan kebutuhan awal investasi sekitar Rp 200 miliar per pabrik. Angka itu bisa meningkat menjadi Rp 250 miliar. Khusus untuk fasilitas yang mencakup pengolahan daging.

Amran meminta jajaran terkait mengawal proses persiapan. Agar perencanaan, kebutuhan anggaran, dan pembangunan fasilitas bisa segera ditindaklanjuti. Ia juga membuka peluang keterlibatan swasta. Namun ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memperkuat industri strategis ini.

Amran menilai, penguatan ekosistem dari hulu ke hilir akan memberikan manfaat berlapis. Petani mendapat pasar untuk jagung yang mereka hasilkan. Peternak mendapat kepastian pasokan pakan. Sedangkan industri pengolahan menjadi saluran penyerapan ketika produksi telur dan daging melimpah.

Jika terjadi kelebihan produksi telur atau daging ayam, hasil tersebut bisa diolah. Menjadi produk dengan daya simpan lebih lama. Pemanfaatannya juga lebih luas. Dengan begitu, peternak tidak hanya bergantung pada penjualan produk segar. Produk segar itu rentan terhadap perubahan permintaan dan harga.

"Keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor. Ini keputusan mendasar, kita bangun ekosistem peternakan yang terintegrasi satu sama lain," tegasnya.

Rencana ini muncul karena selama ini peternak sering menghadapi masalah saat produksi melimpah. Harga jatuh. Mereka rugi. Dengan adanya pabrik pengolahan, kelebihan produksi bisa diserap. Tidak perlu bergantung sepenuhnya pada pasar segar. Ini juga mengurangi kebutuhan impor tepung telur. Negara bisa menghemat devisa. Peternak punya kepastian. Pemerintah ingin ekosistem ini menjadi solusi permanen, bukan sekadar penanganan darurat setiap kali harga anjlok.

pabrik tepung telurtepung dagingindustri peternakanekosistem ternaksolusi jangka panjangimpor tepung telur

Komentar

Memuat komentar...