MKNT Jajaki Energi Terbarukan, Semua Masih Kajian Awal

Kartika D. · 3 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
MKNT Jajaki Energi Terbarukan, Semua Masih Kajian Awal

Gambar atau konten salah?

PT Remitra Global International Tbk, yang dikenal dengan kode saham MKNT, memiliki dua bisnis utama yang sudah berjalan: manufaktur baja dan budidaya udang. Kini perusahaan tengah menjajaki peluang baru di sektor energi terbarukan. Beberapa opsi yang sedang diamati meliputi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tenaga surya (PLTS), panas bumi (PLTPB), dan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Namun perlu digarisbawahi, semua masih dalam tahap awal. Belum ada kepastian kapan atau apakah kajian ini akan berujung pada investasi nyata. Direktur Utama RGI, Santoso Widjojo, menjelaskan dalam keterangan tertulis pada 09 Oktober 2026: "Saat ini kami sedang mengkaji sektor energi terbarukan, dan belum ada keputusan investasi. Kami memahami bahwa melangkah ke bidang baru adalah keputusan besar bagi pemegang saham. Karena itu, apabila kelak perseroan memperluas usaha ke sektor ini, langkah tersebut akan kami jalankan sesuai ketentuan pasar modal dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku, dengan alokasi modal yang terukur demi meningkatkan nilai bagi pemegang saham."

Perusahaan punya rencana memperluas kegiatan usaha dari salah satu anak usahanya pada Oktober 2026. Langkah ini akan mencakup kegiatan usaha holding. Setelah itu, pada November hingga Desember 2026, MKNT berencana menggelar RUPSLB untuk menyesuaikan kegiatan usaha. Semua rencana ini masih tergantung pada persetujuan pemegang saham dan otoritas terkait.

Paparan publik digelar MKNT untuk menyampaikan kondisi grup dan rencana setelah pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Manajemen memaparkan ikhtisar grup yang menunjukkan pendapatan tahun buku 2025 lebih dari Rp 900 miliar. Total aset grup sekitar Rp 1.300 miliar. Lebih dari 600 karyawan bekerja di seluruh grup.

Secara proforma setelah PMTHMETD, neraca grup menunjukkan total aset Rp 1.604,5 miliar. Liabilitas tercatat Rp 628,0 miliar, sementara ekuitas mencapai Rp 976,5 miliar. Rasio liabilitas terhadap ekuitas adalah 0,64 kali. Perlu dicatat, angka-angka ini bersifat proforma dan indikatif. Bukan laporan keuangan konsolidasian yang sudah diaudit.

Bisnis manufaktur baja grup sudah berjalan sejak 2008. Perusahaan memproduksi dan memasok baja struktural untuk proyek konstruksi berbagai skala di Indonesia. Awalnya, kapasitas produksi billet hanya 100.000 ton per tahun. Dalam dua tahun, kapasitas itu berhasil digandakan. Pada 2012, perusahaan menerapkan teknologi rolling mill. Dua tahun kemudian, pada 2014, kapasitas ditambah 20%. Hingga 2025, kapasitas terpasang mencapai 300.000 ton per tahun.

Pabrik baja berdiri di atas lahan 6 hektare di dalam kompleks seluas 9 hektare. Lokasinya di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Lebih dari 550 tenaga kerja terlatih bekerja di sana.

Di sisi lain, bisnis budidaya udang dikelola melalui anak usaha. Tambak udang air payau berada di Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Fokusnya pada udang berkualitas tinggi. Tambak produktif saat ini menempati lahan 27,72 hektare. Luas kolam mencapai 12,18 hektare, terbagi dalam tiga blok. Melalui anak usahanya, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan petambak dan masyarakat pesisir. Bentuknya penyediaan lapangan kerja, pelatihan, dan program berkelanjutan.

Susunan Komisaris dan Direksi MKNT:

Komisaris:
Presiden Komisaris: Handoyo Setiawan
Komisaris: M. Idrus Marham
Komisaris Independen: Erry Firmansyah

Direksi:
Direktur Utama: Santoso Widjojo
Direktur: Jehuda Ebenhaezer Winata

Dari paparan manajemen, terlihat MKNT sedang dalam fase transisi. Perusahaan tidak hanya mengandalkan dua bisnis lamanya, tetapi juga membuka opsi diversifikasi ke energi terbarukan. Namun langkah itu masih sebatas kajian. Keputusan investasi belum diambil. Semua akan bergantung pada persetujuan pemegang saham dan kepatuhan terhadap aturan pasar modal. Sementara itu, bisnis baja dan udang tetap menjadi tulang punggung yang menyumbang pendapatan dan aset signifikan bagi grup.

energi terbarukanmanufaktur bajabudidaya udangdiversifikasikajian investasipemegang sahamkepatuhan pasar modal

Komentar

Memuat komentar...