Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun

Putri N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun

Gambar atau konten salah?

Pada tanggal 8 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan sebelas proyek hilirisasi dengan nilai total Rp 180 triliun. Acara tersebut berlangsung di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Di momen yang sama, beliau juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Ini bukan sekadar seremoni. Langkah ini menandai perluasan rantai industri di Weda Bay. Sebelumnya, kawasan itu hanya fokus pada pengolahan dan pemurnian nikel. Sekarang, jangkauannya meluas hingga ke produksi material baterai, baterai kendaraan listrik, aluminium, truk dan alat berat bertenaga listrik, serta industri pendukung energi terbarukan.

Prabowo menekankan pentingnya melanjutkan hilirisasi. Tujuannya jelas: meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Peluncuran proyek-proyek ini dan ekspor perdana baterai EV menjadi bukti perkembangan kapasitas industri dalam negeri. Indonesia kini mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

"Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park," ujar Prabowo. Pernyataan ini dikutip dari keterangan tertulis PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Dari sebelas proyek itu, empat di antaranya sudah memasuki tahap komersialisasi. Tandanya adalah ekspor perdana. Berikut rinciannya:

  • PT Blue Sparking Energy – fokus pada material baterai kendaraan listrik.
  • PT REPT Battero Energy Indonesia – memproduksi baterai EV.
  • PT Pioneer Aluminium Industries – produksi aluminium elektrolitik.
  • PT XCMG Indonesia Manufacturing – memproduksi alat berat berbasis listrik.

Sementara itu, tujuh proyek lainnya baru memulai tahap pembangunan. Berikut daftarnya:

  • PT Guang Ching Nickel Cobalt – memproduksi material baterai.
  • PT Inno Prima Material – memproduksi separator baterai.
  • PT Tinci Materials Indonesia – memproduksi elektrolit baterai.
  • PT Weda Bay Aluminium – membangun smelter aluminium.
  • PT Bintang Karya Aluminium – mengembangkan fasilitas peleburan aluminium.
  • PT Foton Guangqing Motor Indonesia – fokus pada produksi truk listrik (electric dump truck).
  • T Flatsolar Energy Indonesia – memproduksi kaca fotovoltaik, komponen utama panel surya untuk mendukung energi surya.

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, mengatakan perluasan industri ini membawa dampak ekonomi yang lebih luas. Dampaknya meliputi penyerapan tenaga kerja, peningkatan kebutuhan barang dan jasa, serta tumbuhnya kesempatan usaha di sekitar kawasan.

Saat ini, lebih dari 100.000 karyawan sudah menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri Weda Bay. Sebelas proyek yang baru diluncurkan diproyeksikan membuka hingga 13.950 lapangan kerja tambahan.

"Perkembangan kawasan industri Weda Bay bukan hanya tentang bertambahnya fasilitas industri, tetapi juga tentang semakin banyaknya aktivitas produksi, kesempatan kerja, dan peluang usaha yang dapat tumbuh di Indonesia," kata Kevin.

Proyek-proyek ini menunjukkan pergeseran dari sekadar menambang dan mengekspor bahan mentah. Indonesia mulai membangun ekosistem industri yang lebih utuh. Mulai dari bahan baku hingga produk jadi, semuanya dikerjakan di dalam negeri. Dampaknya tidak hanya pada nilai ekspor, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar kawasan industri.

HilirisasiPrabowo SubiantoBaterai Kendaraan ListrikNikelWeda BayEkspor PerdanaLapangan Kerja

Komentar

Memuat komentar...