Pemerintah Jaga Harga BBM Tetap, Ojek Online Lega Bagi
Gambar atau konten salah?
1 April 2026 menjadi hari penting ketika pemerintah mengumumkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non‑subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Keputusan ini disampaikan dengan tujuan menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Di SPBU Pertamina di Bulan‑bulan, Kota Bekasi, seorang driver ojek online bernama Jaya menyatakan rasa lega. “Alhamdulillah sih bang, buat ojol kayak kita mah. Apalagi kalau ojol itu kan bergantung banget sama BBM. Harga BBM naik dikit aja, udah pengaruh banget,” ucapnya.
Jaya menjelaskan bahwa setiap harinya ia mengeluarkan uang antara Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu untuk membeli bahan bakar Pertamax. Jika harga BBM naik, pengeluaran harian Jaya akan membengkak, sehingga ia sangat mengharapkan harga tetap stabil.
“Harapan ke depannya kepada pemerintah ya, semoga harga BBM nggak naik ya,” tambah Jaya, menekankan betapa pentingnya keputusan ini bagi para pengendara yang sangat tergantung pada BBM.
Pengunjung SPBU tidak mengalami antrean panjang. Kebijakan pemerintah yang menegaskan tidak adanya kenaikan harga BBM berhasil meredam kepanikan masyarakat yang sebelumnya khawatir akan kenaikan biaya operasional.
Sebelum pengumuman resmi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menepis kabar tentang rencana kenaikan harga BBM pada tanggal tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Pertamina telah melakukan pembahasan menyusul isu tersebut.
“Jadi perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden, Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Selasa, 31 Maret 2026.
Prasetyo menambahkan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non‑subsidi. “Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non‑subsidi,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya. “Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik,” ujar Prasetyo Hadi.
Prasetyo menegaskan ketersediaan BBM tetap aman. “Tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” ujarnya.
Dengan keputusan ini, harga BBM Pertamina pada 1 April 2026 akan tetap sama dengan hari ini. Saat ini, Pertalite masih dijual seharga Rp 10.000 per liter dan Pertamax Rp 12.300 per liter.
Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan Pertamina untuk menjaga stabilitas harga BBM, memberi ketenangan bagi para pengendara ojek online yang sangat tergantung pada harga BBM. Dengan harga tetap, beban operasional mereka tidak akan meningkat, dan masyarakat dapat menghindari ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh fluktuasi harga bahan bakar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BYD M6 DM Rp298 Juta, Harga Dekat Toyota Veloz Hybrid
BBM Pertamax Naik Rp16.250, Pertalite Tetap Rp10.000
Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%
Kawasaki Brusky 125 Dijual Rp 26,5 Juta, Hadapi Honda Vario 125
PT Pindad Siapkan Mobil Nasional di Subang Target 50.000
Honda HR-V Terbanyak Terjual di Segmen SUV Kompak 2026
Berita Terbaru
Depay Belum Fit, Koeman Pertimbangkan Brobbey untuk Jepang
XLSmart Bravo 500 Summit 2026: 500 Pihak Berkumpul di Jakarta
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT Juni 2026 Pekerja D3
Bulan Muharram: Mulai Tahun Baru Islam Puasa dan Doa
Gus War: Demonstrasi Hak, Tetap Damai, Hindari Kekerasan
Keju Bukan Penyebab Mimpi Buruk, Laktosa Jadi Faktor
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Gila 50%+20%
