Bulan Muharram: Mulai Tahun Baru Islam Puasa dan Doa

Sari D. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bulan Muharram: Mulai Tahun Baru Islam Puasa dan Doa

Gambar atau konten salah?

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah, menandai dimulainya tahun baru Islam. Bulan ini dianggap sangat mulia karena banyak keutamaan dan amalan yang dianjurkan bagi umat Muslim.

Sejarahnya bermula pada tahun 622 M, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa ini terjadi di bulan Muharram, sehingga Khalifah Umar bin Khattab memutuskan untuk menandai tahun baru Islam dengan bulan ini. Menurut catatan Tarikh Abu Nu'aim Fadhl bin Dukain, Umar berkata, “Bahkan hendaklah dimulai dengan bulan Muharram, karena pada saat itu manusia telah selesai dari melaksanakan ibadah haji' dan mereka (para sahabat) menyepakati.”

Mengetahui keutamaan dan amalan yang dianjurkan pada bulan ini penting agar umat dapat memanfaatkan kesempatan beribadah yang lebih besar. Berikut uraian singkat mengenai keutamaan dan amalan bulan Muharram.

  1. Bulan Pertama dalam Kalender Hijriah
  2. Bulan untuk Introspeksi Diri
  3. Bulan Dilipatgandakan Amal Baik dan Buruk
  4. Bulan Muharram Termasuk Empat Bulan Haram
  5. Bulan Muharram adalah Bulan Allah dan Para Nabi

Keutamaan pertama, bulan pertama dalam kalender Hijriah, menandai awal tahun baru. Keutamaan kedua, bulan untuk introspeksi diri, memberi kesempatan bagi setiap orang untuk menilai perjalanan hidupnya selama setahun lalu dan memperbaiki diri di tahun yang akan datang.

Keutamaan ketiga, bulan dilipatgandakan amal baik dan buruk, menegaskan bahwa setiap amal yang dilakukan di bulan ini akan dikali dua oleh Allah. Oleh karena itu, umat dianjurkan memperbanyak kebaikan dan menjauhi kezaliman. Larangan perang di bulan ini juga menegaskan pentingnya menjaga kedamaian.

Keutamaan keempat, bulan Muharram termasuk empat bulan haram, diambil dari QS At Taubah ayat 36: “اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ …”. Menurut ulama, empat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Keutamaan kelima, bulan Muharram adalah Bulan Allah dan Para Nabi, ditegaskan oleh hadis: “أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ” (HR Muslim). Bulan ini juga dikenal sebagai bulan para nabi karena banyak peristiwa penting yang terjadi di dalamnya, seperti taubat Nabi Adam, penyerahan Nabi Nuh, dan lain‑lain.

Berikut delapan amalan yang disunnahkan di bulan Muharram, berdasarkan buku Lima Belas Faedah Fiqih Bulan Muharram karya Abu Asma Andre dan tulisan M. Rouful Wahab serta S.M. Hamzah.

  1. Melaksanakan Puasa Asyura
  2. Mengerjakan Puasa Tasua
  3. Memperbanyak Puasa di Bulan Muharram
  4. Menyantuni Anak Yatim
  5. Memperbanyak Amalan Sunnah
  6. Bertobat kepada Allah SWT
  7. Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Muharram
  8. Melonggarkan Nafkah Kepada Keluarga di Hari Asyura

Puasa Asyura, yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram, memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda: “أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ” (HR Muslim). Puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Puasa Tasua, yang dilakukan pada 9 Muharram atau 11 Muharram, disunnahkan agar umat Muslim dapat membedakan diri dari kaum Yahudi. Rasulullah SAW bersabda: “صُومُوا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ صُوْمُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ” (HR Ahmad).

Selain dua puasa tersebut, umat dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di hari-hari awal bulan, hari Senin dan Kamis, serta puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15). Tidak ada kewajiban berpuasa sepanjang bulan, namun dianjurkan menyesuaikan kemampuan masing-masing.

Amalan menyantuni anak yatim pada hari Asyura juga sangat dianjurkan. Menurut hadis: “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura seakan-akan seperti puasa satu tahun. Dan barangsiapa bersedekah pada hari Asyura maka seperti sedekah satu tahun.” (HR Al-Bazzar). Dengan demikian, bersedekah di hari Asyura setara bersedekah sepanjang tahun.

Memperbanyak amalan sunnah lainnya meliputi sholat sunnah, sedekah, silaturahim, mandi dengan niat bertaubat, memakai celak mata, menjenguk orang sakit, memotong kuku, dan membaca surat Al‑Ikhlas seribu kali. Semua amalan ini bertujuan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.

Bertobat kepada Allah SWT juga menjadi fokus utama. Bulan Muharram dianggap sebagai lembaran baru, sehingga umat dianjurkan melakukan tobat nasuha dan memohon ampunan agar hidup di tahun baru lebih bersih.

Doa akhir tahun dan doa awal tahun juga merupakan sunnah. Doa akhir tahun dibaca sebelum matahari terbenam pada akhir Dzulhijjah, sementara doa awal tahun dibaca setelah matahari terbenam pada 1 Muharram. Berikut contoh bacaan doa akhir tahun:

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ

Dan doa awal tahun:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدُ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Amalan terakhir, melonggarkan nafkah bagi keluarga pada hari Asyura, diambil dari hadis: “Barangsiapa memberi kelapangan bagi dirinya dan keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelapangan baginya sepanjang tahun itu.” (HR Baihaqi). Dengan memberi nafkah lebih leluasa, keluarga dapat merasakan kebaikan yang lebih besar.

Dengan memahami keutamaan dan amalan di bulan Muharram, umat dapat memanfaatkan bulan suci ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak kebaikan, dan memohon ampunan. Bulan ini memang menjadi momentum penting bagi setiap Muslim untuk memulai tahun baru dengan niat yang lebih baik dan tindakan yang lebih positif.

Muharrampuasa Asyurakeutamaan bulanamalan sunnahtahunan barudoa akhir tahunkebajikan

Komentar

Memuat komentar...