Pemerintah Targetkan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih Tahun Ini
Gambar atau konten salah?
Pemerintah menetapkan target pembangunan sebanyak 30.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sepanjang tahun ini. Program ini tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan warung kelontong atau supermarket. Sebaliknya, koperasi ini akan berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan pemerintah dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menyerap tenaga kerja di wilayah pedesaan.
Untuk memperjelas arah program ini, digelar Seminar Nasional KDKMP. Acara ini digagas oleh sepuluh asosiasi desa yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Seminar bertujuan memberikan pemahaman tentang tujuan, manfaat, dan tahapan implementasi program. Harapannya, koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyampaikan hal ini dalam seminar yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 04 Agustus 2026. Acara digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Sekitar 500 peserta hadir, terdiri dari anggota asosiasi desa, Gubernur Sulsel, para bupati di Sulsel, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Koperasi, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.
Yandri menegaskan optimisme pemerintah terhadap Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, koperasi ini akan menjadi penggerak ekonomi desa, memperkuat distribusi barang subsidi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Terkait kendala lahan di beberapa daerah, pemerintah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar pembangunan koperasi dapat berjalan sesuai dengan target nasional," tegas Yandri, yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI.
Dalam kesempatan yang sama, pernyataan bersama kembali dibacakan oleh sepuluh asosiasi desa. Mereka menyatakan dukungan penuh untuk program KDKMP. Para asosiasi desa sepakat bahwa program ini merupakan prioritas pemerintah yang harus didukung oleh semua pihak, termasuk asosiasi desa itu sendiri.
Program KDKMP ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi sebagai lembaga distribusi dan pemberdayaan. Dengan target 30.000 unit, pemerintah berharap koperasi ini dapat menjadi tulang punggung perekonomian di tingkat akar rumput, terutama dalam menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi secara lebih merata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
