Pengendara Jalan Nagreg Harus Lampu di Kabut Tebal

Dewi M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Pengendara Jalan Nagreg Harus Lampu di Kabut Tebal

Gambar atau konten salah?

Selasa, 07 April 2026, Jalan Raya Nagreg di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diselimuti kabut tebal sejak wilayah Desa Sawahlega di Jalan Raya Bypass Cicalengka. Visibilitas hanya sekitar 20 meter ke depan, membuat kendaraan di depan tidak terlihat tanpa lampu.

Para pengendara, terutama motor, diminta menyalakan lampu kendaraan. Lampu depan membantu menandai posisi, sedangkan lampu belakang menjadi ciri penting agar pengendara lain tidak tertabrak.

Kabut tetap tebal hingga pukul 07.20 WIB. Pohon-pohon hijau di kiri dan kanan jalan tampak terselubung, batang dan dedaunan terbungkus kabut. RS Unisba, yang masih dalam pembangunan, tampak menonjol namun tertutup kabut sampai kita mendekat. Di seberang kanan, lembah dekat markas TNI Yonif 330 juga diselimuti kabut, hanya terlihat warna putih di sekitarnya.

Setelah membelok ke Jalan Desa Bojong, kabut semakin pekat. Dalam bahasa Sunda, kabut ini disebut “pepedut” dan terasa lembap karena kepadatan. Sensasi butiran air halus menetes di wajah saat melintasi wilayah ini membuat semua tampak putih.

Situasi ini menegaskan pentingnya lampu kendaraan di daerah berkabut. Penurunan jarak pandang menambah risiko kecelakaan, sehingga pengendara harus tetap berhati-hati dan menyalakan lampu. Dengan demikian, keselamatan di jalan dapat terjaga meski kondisi cuaca menantang.

kabut tebalJalan Raya Nagregmotorlampu kendaraanvisibilitasTNI Yonif 330RS Unisba

Komentar

Memuat komentar...