Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Naik 9,23% Jadi 10 Juta

Bayu K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Naik 9,23% Jadi 10 Juta

Gambar atau konten salah?

10.003.583 penumpang angkutan umum melintasi Jakarta pada periode H‑8 hingga H‑1 Lebaran 2026. Angka ini naik 9,23 % dibanding 9.158.315 penumpang pada Lebaran 2025.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, “Pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H‑8 hingga H‑1 Lebaran tercatat mencapai 10.003.583 orang, ini menunjukkan kenaikan 9,23 persen dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025 sebanyak 9.158.315 orang.”

Rincian moda transportasi menunjukkan kereta api menjadi penyumbang terbesar dengan 2.981.945 penumpang, naik 13,22 % dibanding tahun sebelumnya. Angkutan udara mencatat 2.190.282 penumpang, meningkat 3,05 %. Penyeberangan melayani 2.482.303 penumpang, naik 14,7 %. Angkutan darat dan laut masing‑masing melayani 1.587.060 dan 761.993 penumpang.

Arus kendaraan juga meningkat. Pada H‑1, keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat 117.016 unit, masuk 66.210 unit. Secara total, gerbang tol wilayah Jabodetabek mencatat 248.349 unit, sementara luar Jabodetabek 236.758 unit. Di jalan arteri, keluar 474.454 unit dan masuk 360.479 unit; di jalur arteri non‑Jabodetabek tercatat 491.901 unit.

Data harian H‑1 (20 Maret) menunjukkan 915.635 penumpang angkutan umum. Kereta api melayani 302.823 penumpang, termasuk 178.006 antarkota dan 124.817 regional. Angkutan udara melayani 207.261 penumpang, dengan 161.598 domestik dan 45.663 internasional. Angkutan laut, penyeberangan, dan darat melayani 54.693, 189.804, dan 161.054 penumpang, masing‑masing 145.340 bus dan 15.714 travel.

Ketepatan waktu juga terpantau baik. Kereta api antarkota mencatat on time performance (OTP) 98,20 %, kereta regional 98,90 %. Angkutan udara domestik 85,79 % dan internasional 70,24 %. Angkutan laut 95,70 %, penyeberangan 63,19 %, dan angkutan darat 72,49 %.

Untuk arus balik, diperkirakan puncak pada 24 Maret 2026 (H+3). Titis mengingatkan, “Masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu‑waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.” Ia juga mengimbau pemudik menjaga kondisi fisik, membawa obat pribadi, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. “Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” ujarnya.

Data ini menunjukkan bahwa pergerakan penumpang dan kendaraan selama Lebaran 2026 meningkat secara signifikan, namun layanan tetap terjaga dengan tingkat ketepatan waktu yang tinggi.

Lebaran 2026penumpang angkutan umumkereta apiangkutan udarapenyeberangangerbang tolkinerja ketepatan waktu

Komentar

Memuat komentar...