Percepatan Irigasi PU Serap 26.602 Tenaga Kerja

Jaka M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Percepatan Irigasi PU Serap 26.602 Tenaga Kerja

Gambar atau konten salah?

Musim kemarau tahun ini lebih kering karena pengaruh El Nino. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons dengan mempercepat program irigasi di berbagai daerah. Program itu bernama P3TGAI—singkatan dari Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi. Hingga 14 Juli 2026, progres fisik nasional baru mencapai 13,08%. Namun program ini sudah menyerap 26.602 tenaga kerja, atau setara 159.640 Hari Orang Kerja (HOK).

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan jaringan irigasi yang andal jadi kunci menjaga produktivitas pertanian di tengah kemarau. "Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat," kata Dody dalam keterangan tertulis pada Rabu, 15 Juli 2026.

Pada Tahun Anggaran 2026, target P3TGAI cukup besar: 12.000 lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Anggarannya Rp 2,64 triliun. Program ini ditargetkan menyerap 180.000 tenaga kerja, setara 8.100.000 HOK. Semua kegiatan dikerjakan oleh Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Salah satu wilayah dengan capaian tertinggi adalah Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu. Dari target 31 lokasi, progres fisik sudah 55,81% per 14 Juli 2026. Penyerapan tenaga kerja bahkan melampaui target awal: 576 orang, dibanding target 465. Itu setara 9.210 HOK. Angka ini menunjukkan percepatan irigasi bisa berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja.

P3TGAI bukan proyek biasa. Program ini adalah rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tersier. Pelaksanaannya secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), atau Induk P3A (IP3A). Masyarakat tidak cuma penerima manfaat. Mereka jadi pelaksana utama pembangunan. Hasil pekerjaan lebih sesuai kebutuhan lapangan. Rasa memiliki terhadap infrastruktur pun tumbuh.

Jenis pekerjaan utamanya meninggikan saluran irigasi tersier dari tanah menjadi saluran pasangan batu, atau lining. Pekerjaan ini dikerjakan petani atau warga setempat dengan sistem upah harian atau mingguan. Selain meningkatkan kualitas irigasi, program ini menambah pendapatan desa. Perekonomian lokal ikut bergerak.

Saluran irigasi yang lebih baik sangat penting saat kemarau. Saluran yang berfungsi optimal memastikan air tetap mengalir hingga ke lahan pertanian. Petani bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas panen. P3TGAI mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia adalah mekanisme padat karya yang mengalirkan uang langsung ke desa. Dengan target 12.000 lokasi dan 180.000 pekerja, dampaknya terhadap pengangguran dan daya beli cukup nyata. Meski progres nasional masih 13,08%, capaian di Sulawesi III Palu menunjukkan bahwa percepatan mungkin terjadi jika pelaksanaan di lapangan berjalan baik.

El NinoirigasiP3TGAIpadat karyaketahanan panganMenteri PUtenaga kerja

Komentar

Memuat komentar...