Menteri Maman Buka Suara soal Dapur MBG
Gambar atau konten salah?
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman akhirnya angkat bicara. Ia menanggapi keluhan yang ramai di masyarakat. Banyak yang mempertanyakan kenapa pelaku usaha mikro dan kecil tidak dilibatkan sebagai pengelola dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Maman, pengelolaan dapur MBG memang sengaja diberikan kepada pelaku usaha menengah. Alasannya, usaha menengah memiliki kapasitas dan modal yang lebih besar. Maman juga menilai selama ini banyak orang yang salah paham soal istilah UMKM. Banyak yang mengira UMKM hanya mencakup usaha mikro dan kecil saja. Padahal, UMKM juga mencakup usaha menengah.
"Orang banyak protes, 'Oh kenapa dapur umum begini-begini, hanya melibatkan usaha-usaha di atasnya, tidak mikro dan kecil gitu ya?'. Lho, emang dapur umum itu untuk usaha menengah. Yang selama ini kita sering sekali salah menafsirkan seakan-akan UMKM itu hanya usaha mikro dan kecil. Enggak. UMKM itu usaha mikro, kecil, dan menengah," ujar Maman dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR pada Rabu, 15 Juli 2026.
Maman kemudian menjelaskan soal skala permodalan. Ia mengatakan untuk mengelola dapur MBG dibutuhkan modal yang tidak sedikit. "Karena dari skala permodalan dibutuhkan modal yang cukup besar, angkanya kurang lebih sekitar Rp 1,5-3 miliar. Kalau ini diserahkan kepada usaha mikro dan kecil, enggak mampu mereka secara permodalan," sambungnya.
Meski begitu, Maman membantah anggapan bahwa Program MBG sama sekali tidak melibatkan pelaku usaha mikro dan kecil. Menurutnya, program ini justru membuka ruang bagi mereka untuk berpartisipasi sesuai dengan kapasitas masing-masing. Salah satu bentuk keterlibatannya adalah menjadi bagian dari rantai pasok dapur, misalnya sebagai pemasok bahan baku MBG.
"Oh enggak. Makanya dibukalah ekosistem, diberikan kesempatan kepada usaha mikro dan kecil untuk mereka bisa ikut berpartisipasi. Seperti apa? Supplier-supplier beberapa produk-produk. Dari bumbu dapur, ada juga banyak orang mengatakan itu yang jualan telur hanya ini nggak juga, ada juga yang pemasok telur-telur itu masuk ke dalam ekosistem ini, yang jualan ayam, jualan bumbu dapur, jualan sayur segala macam. Artinya maksud saya ekosistem ini membuka ruang kepada usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," jelas Maman.
Jadi, intinya program MBG tidak menutup pintu bagi usaha kecil. Mereka tetap bisa terlibat, hanya saja perannya berbeda. Usaha mikro dan kecil lebih difokuskan sebagai pemasok bahan baku, bukan sebagai pengelola dapur utama yang membutuhkan modal besar. Dengan begitu, semua lapisan usaha dalam kategori UMKM tetap mendapat tempat dalam program ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
