Peringatan Cuaca: Perjalanan Sore ke Sidoarjo Harus Waspada

Sari D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Peringatan Cuaca: Perjalanan Sore ke Sidoarjo Harus Waspada

Gambar atau konten salah?

Pemudik yang hendak kembali ke kota asal di Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan perjalanan pada sore hingga malam hari. Sidoarjo menjadi titik awal peringatan ini karena potensi hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi dalam sepekan ke depan.

Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun, menjelaskan bahwa Jawa Timur kini memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai April hingga Juni 2026. Pada masa transisi ini, cuaca cenderung dinamis. Hujan bisa terjadi dengan intensitas ringan hingga lebat dan tidak merata di berbagai daerah,

"Pada masa transisi ini, cuaca cenderung dinamis. Hujan bisa terjadi dengan intensitas ringan hingga lebat dan tidak merata di berbagai daerah," ujar Thariq, Senin (23 Maret 2026).

Ia menjelaskan, pada periode 23-26 Maret 2026, hujan diperkirakan turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola belokan angin dan konvergensi yang berkaitan dengan siklon tropis Narelle, serta didukung suhu muka laut yang hangat dan kondisi atmosfer yang labil.

"Faktor-faktor tersebut mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur," jelasnya.

Untuk periode 27-31 Maret 2026, potensi hujan diprediksi meningkat menjadi sedang hingga lebat. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial seperti Rossby dan Kelvin yang memperkuat pertumbuhan awan hujan.

"Periode ini perlu diwaspadai karena intensitas hujan bisa lebih tinggi," tambahnya.

BMKG juga mencatat pola cuaca beberapa hari terakhir, yakni panas pada siang hari yang diikuti hujan pada sore hingga malam, masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik serta mengantisipasi perubahan cuaca, terutama saat arus balik pada sore hari.

"Pola tersebut masih mungkin berulang, jadi masyarakat diharapkan tetap waspada selama perjalanan," pungkas Thariq.

Dengan demikian, warga di Jawa Timur diingatkan untuk memantau prakiraan cuaca setiap hari dan menyesuaikan rencana perjalanan agar terhindar dari hujan lebat yang dapat memicu banjir atau kecelakaan di jalan.

PemudikJawa TimurBMKGhujansiklon tropis Narellegelombang RossbyKelvinbanjir

Komentar

Memuat komentar...