Persebaya Surabaya Turun Posisi, Cedera Persaingan Rendah

Guntur P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Persebaya Surabaya Turun Posisi, Cedera Persaingan Rendah

Gambar atau konten salah?

Persebaya Surabaya masih berjuang di BRI Super League 2025/2026 setelah menurunkan performa di beberapa laga terakhir. Keterbatasan persaingan di dalam skuad menjadi faktor utama, kata pelatih Bernardo Tavares.

Hasil lima pertandingan terakhir tidak memuaskan. Bajol Ijo hanya dapat meraih satu kemenangan, sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan hasil yang tidak memuaskan. Akibatnya, posisi tim turun ke posisi ke-7 klasemen sementara.

Menurut Tavares, kurangnya kompetisi internal membuat intensitas latihan menurun. Banyak pemain cedera, sehingga rotasi tidak berjalan optimal. Kondisi ini memengaruhi keseimbangan tim, terutama di lini pertahanan yang menjadi lebih rentan.

"Hal-hal ini hanya dapat kita tingkatkan di masa depan jika kita memiliki persaingan di dalam skuat," ujar Tavares.

Pelatih menekankan pentingnya persaingan sehat. Setiap pemain harus merasa posisinya tidak aman jika tidak memberikan performa maksimal. “Sangat penting bagi para pemain yang berlatih untuk merasa bahwa jika saya tidak melakukan 200% dalam latihan dan dalam pertandingan, saya akan kehilangan tempat utama saya di tim utama,” lanjutnya.

Situasi cedera membuat pilihan pemain terbatas. Rotasi tidak optimal, dan pertahanan menjadi lebih rentan. “Tetapi jika kita memiliki banyak pemain cedera dan kita tidak memiliki cukup pemain untuk mengikuti kompetisi ini, maka akan sulit,” pungkasnya.

Dengan kondisi ini, Persebaya harus memperbaiki manajemen cedera dan meningkatkan persaingan di dalam skuad agar dapat kembali konsisten di lapangan. Perubahan ini dianggap penting untuk memulihkan posisi tim di liga.

Persebaya SurabayaBRI Super League 2025/2026keterbatasan persainganrotasi pemaincederapertahanan rentanmanajemen cedera

Komentar

Memuat komentar...