China dan Jepang tiba di asteroid berselisih tiga hari
Gambar atau konten salah?
Dua wahana antariksa dari China dan Jepang hampir bersamaan mencapai asteroid tujuannya. Hanya berselang tiga hari, kedua negara itu tiba di lokasi berbeda di luar angkasa. China National Space Administration mengirim Tianwen-2 menuju Kamo'oalewa, asteroid sepanjang 91 meter yang dijuluki Bulan kedua Bumi. Wahana itu tiba pada 2 Juli 2026 setelah menempuh perjalanan sekitar 400 hari.
Pada saat pendekatan, para ilmuwan China mengumpulkan data navigasi untuk memperbaiki informasi orbit asteroid. Kamo'oalewa saat itu berjarak 41 juta kilometer dari Bumi. Nama Kamo'oalewa dalam bahasa Hawaii berarti 'benda langit yang terombang-ambing'. Meskipun tidak mengorbit Bumi, asteroid ini bergerak di jalur yang sama dengan orbit Bumi. Sebagian astronom menduga Kamo'oalewa adalah pecahan Bumi kuno dari tumbukan jutaan tahun lalu.
Tianwen-2 berhasil mendekati Kamo'oalewa hingga 19 kilometer. Setelah beberapa bulan mempelajarinya, tim misi akan mencoba mengambil sampel dari permukaan asteroid dan membawanya pulang ke Bumi. Jika berhasil, China menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang yang berhasil membawa puing-puing asteroid ke Bumi.
Sementara itu, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mengirim wahana Hayabusa2 ke asteroid Torifune yang berukuran 457 meter. Hayabusa2 tiba di sana pada 5 Juli 2026. Perjalanan ini merupakan perpanjangan misi dari wahana yang sama. Diluncurkan tahun 2014, Hayabusa2 sebelumnya mengunjungi asteroid Ryugu, mengambil sampel, dan mengembalikannya ke Bumi pada tahun 2020.
Hayabusa2 mendekati Torifune ketika asteroid itu berjarak 99 juta kilometer dari Bumi. JAXA mengatakan teknisi mereka menggunakan kombinasi pelacakan gambar dan gelombang radio untuk memandu wahana mencapai target. Teknik ini memungkinkan pendekatan yang presisi tanpa bergantung sepenuhnya pada sinyal radio yang tertunda.
Setelah mencapai asteroid masing-masing, kedua misi akan bergerak menuju target lain. JAXA berencana mengirim Hayabusa2 dalam perjalanan selama lima tahun menuju asteroid 1998 KY26. China, lewat wahana Tianwen-1, akan menuju komet 311P yang jaraknya lebih jauh dari Mars. Kedua tujuan itu merupakan sasaran lanjutan yang sudah direncanakan sejak awal misi.
Pendekatan hampir bersamaan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan eksplorasi asteroid antara dua negara besar Asia. China dan Jepang sama-sama mengejar ambisi mengambil sampel dari benda langit kecil, meskipun dengan ukuran dan karakteristik asteroid yang sangat berbeda. Kamo'oalewa yang kecil dan dekat Bumi berhadapan dengan Torifune yang lebih besar dan lebih jauh. Kedua misi juga membawa teknologi navigasi yang berbeda, namun sama-sama mengandalkan data visual dan radio untuk mencapai target.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Satelit Tetap Andalan Konektivitas di Daerah 3T
BRIN: Riset Sistem, Bukan Teknologi Sampah
Komdigi Bantah Keras Hoaks Elon Musk Danai Makan Bergizi Gratis
Strava Pastikan Harga Premium Tak Naik Meski Kena Pajak
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ancaman Musiman yang Berulang
Komdigi: Spektrum 6G RI Masih Terfragmentasi
Berita Terbaru
China dan Jepang tiba di asteroid berselisih tiga hari
Tak Perlu ke Bali, Beach Club Kini Ada di Atap Hotel Surabaya
Doa Hilangkan Pikiran Kotor, Lengkap Arab & Latin
Studi: Pekerja Salon & Jahit Berisiko Kanker Ovarium
4 Sayuran Ini Disarankan Dokter Jantung untuk Tekanan Darah Stabil
Prancis ke Semifinal, Kalahkan Maroko 2-0
Kelas Online Bisnis untuk Karyawan, Fokus Promosi Praktis