4 Sayuran Ini Disarankan Dokter Jantung untuk Tekanan Darah Stabil

Rizki W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 5 dibaca
Bisik.id
4 Sayuran Ini Disarankan Dokter Jantung untuk Tekanan Darah Stabil

Gambar atau konten salah?

Menjaga tekanan darah tetap stabil adalah salah satu kunci utama untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bukan rahasia lagi kalau pola makan memegang peran besar di sini. Salah satu cara paling mudah adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran. Tapi, sayuran apa saja yang paling ampuh? Beberapa dokter spesialis jantung angkat bicara.

Tekanan darah yang sehat memastikan darah dan oksigen bisa mengalir lancar ke seluruh tubuh. Ini juga jadi alat deteksi dini untuk masalah jantung. Kuncinya ada pada gaya hidup sehat, terutama mengatur asupan makanan. Kurangi garam, perbanyak sayur. Sayuran kaya akan kalium, nitrat alami, dan serat. Ketiganya langsung membantu melancarkan peredaran darah.

Para kardiolog punya rekomendasi sendiri. Mereka tidak hanya menyarankan pasien, tapi juga rutin mengonsumsi sayuran ini sendiri. Berikut daftarnya.

1. Bit

Bit sering dianggap buah, padahal ini adalah sayuran akar, masih satu keluarga dengan lobak. Kandungan utamanya adalah nitrat makanan. Begitu masuk tubuh, nitrat berubah menjadi oksida nitrat. Molekul ini memberi sinyal pada pembuluh darah untuk rileks dan melebar. Hasilnya, tekanan darah turun.

Bit juga kaya serat untuk pencernaan dan mineral penting seperti kalium. Antioksidan di dalamnya, seperti betalain, bersifat anti-inflamasi. Ini membantu mencegah kerusakan pembuluh darah.

Ahli jantung Jeffrey Lander, MD, punya cara sendiri menikmati bit. Dia biasanya memakannya dengan taburan keju kambing yang aromanya tajam dan minyak zaitun. Kalau tidak ada keju kambing, bisa diganti keju feta. Atau ditambah cincangan kacang walnut untuk tekstur renyah. Bit juga bisa dijus atau dimakan begitu saja.

2. Brokoli

Ahli jantung Tahmid Rahman, MD, mengaku makan brokoli setiap hari. Sayuran ini kaya akan kalium, magnesium, dan kalsium. Ketiganya membantu mengatur tekanan darah. Brokoli juga sumber nitrat baik yang mendukung fungsi pembuluh darah sehat.

Selain itu, brokoli penuh serat, vitamin C, dan antioksidan. Ini mendukung sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.

Tahmid biasanya memanggang brokoli dan memakannya bersama salmon atau dada ayam panggang. Untuk variasi, brokoli bisa dipanggang dengan sedikit minyak zaitun, perasan lemon, taburan bawang putih, atau serpihan cabai merah. "Ini menambah kecerahan dan sedikit kehangatan tanpa tambahan banyak natrium (garam)," katanya.

3. Wortel

Christopher Lee, MD, asisten profesor kedokteran di Divisi Kardiologi Universitas California, merekomendasikan wortel. Sayuran ini kaya akan karotenoid dan kalium. Keduanya terkait dengan tekanan darah yang lebih sehat.

Kalium dalam wortel membantu ginjal mengeluarkan natrium. Karotenoid mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan oksida nitrat, molekul yang membuat pembuluh darah lebih rileks. Wortel juga mengandung antioksidan beta-karoten yang mencegah kerusakan pembuluh darah dan menjaga elastisitasnya. Serat di dalamnya mendukung kesehatan jantung.

Wortel cocok dipadukan dengan hampir semua hidangan. Bisa dimakan mentah, dikukus, atau dipanggang.

4. Arugula

Arugula adalah sayuran hijau asal Mediterania. Di Indonesia, kadang disebut sawi gunung. Rasanya khas: tajam, pedas, sedikit pahit. Yang muda rasanya lebih lembut. Sayuran ini sudah populer sejak zaman Romawi kuno.

Ahli jantung Catherine Winberg, MD, dari Rumah Sakit Lenox Hill Northwell, mengaku rutin makan arugula. Sayuran berdaun hijau ini sumber nitrat yang baik. Senyawa di dalamnya terbukti bisa menurunkan tekanan darah.

Arugula segar mudah dinikmati. Bisa ditambah minyak zaitun, air perasan lemon, dan irisan tipis keju parmesan.

Keempat sayuran ini bukan satu-satunya. Tapi setidaknya, ini pilihan yang mudah ditemukan dan diolah. Kuncinya adalah konsistensi. Makan sayur setiap hari, bukan seminggu sekali. Kombinasikan dengan pola hidup sehat lainnya, seperti olahraga teratur dan tidur cukup. Tekanan darah yang terkontrol bukan hasil dari satu kali makan, melainkan dari kebiasaan jangka panjang.

tekanan darahsayurankardiologbitbrokoliwortelarugula

Komentar

Memuat komentar...